Palu (ANTARA) - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah, menerima komitmen investasi senilai 20 juta dolar AS atau setara Rp342,8 miliar, dari PT Lingkar Nusantara Gas (LNG).
"Investasi ini akan difokuskan pada pembangunan fasilitas regasifikasi LNG dan jaringan gas (jargas) pipa di dalam kawasan," kata Direktur PT Lingkar Nusantara Gas Leonard Hastabrata dalam keterangan tertulis di Palu, Minggu.
Dia menjelaskan proyek itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi tenant secara presisi. Pembangunan jargas dimulai tahun ini dengan target rampung total pada 2027.
Sementara pengembangan lanjutan untuk fasilitas receiving terminal dijadwalkan tuntas pasca2028.
Baca juga: KEK Palu peroleh investasi Rp8,7 triliun dari perusahaan Kanada
Selain jaringan pipa fisik, perusahaan rencananya akan menggunakan metode virtual pipeline untuk menjangkau pelanggan di luar wilayah KEK.
“Kami membangun infrastruktur yang adaptif, mengikuti titik lokasi para tenant. Ini adalah komitmen kami untuk menyediakan solusi energi yang efisien dan andal,” katanya menegaskan.
Menurut dia, untuk menjamin keberlangsungan operasional, pasokan LNG akan bersumber utama dari proyek CIMC di Morowali dengan kapasitas awal 10 MMSCFD.
Sebagai langkah kontigensi, PT Lingkar Nusantara Gas juga tengah menyiapkan opsi dari salah satu fasilitas LNG mandiri di Pulau Jawa, yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2026 untuk memperkuat ketahanan cadangan energi bagi KEK Palu.
Langkah strategis itu dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, antara PT LNG dengan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengembang KEK Palu. Seremoni penandatanganan itu turut dihadiri Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.
Hadianto Rasyid menyambut hangat kolaborasi tersebut. Menurutnya, keberanian investor masuk ke sektor fundamental seperti energi adalah testimoni atas potensi besar Kota Palu.
"Masuknya investasi ini adalah sinyal positif bagi iklim bisnis kami. Hal tersebut menunjukkan bahwa Palu memiliki ruang dan peluang investasi yang sangat baik," katanya.
Dia berharap pembangunan infrastruktur itu akan menjadi magnet, untuk membuka pintu bagi masuknya investasi-investasi lain ke depannya.
Lanjut dia, suplai energi yang stabil merupakan prasyarat mutlak bagi pertumbuhan kawasan industri. Jika kebutuhan energi tercukupi, KEK Palu akan semakin berkembang dan memberikan dampak domino bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara luas.
Baca juga: Bahlil: Pemerataan investasi perlu dilakukan guna percepat pertumbuhan
Menanggapi kerja sama itu, Direktur Utama BPST Sony Panukma Widianto menekankan bahwa perbaikan aspek utilitas yakni gas, listrik, air, dan infrastruktur sipil merupakan prioritas utama, untuk menarik minat investor internasional.
“Kami memilih mitra yang memiliki reputasi baik. PT LNG saat ini dalam proses akuisisi oleh perusahaan multinasional ternama. Kebetulan kami mengikuti dan support proses akuisisi ini. Sehingga kami optimis, standar teknis dan komersial yang dihasilkan akan memenuhi kualifikasi industri global,” katanya.
"Investasi ini akan difokuskan pada pembangunan fasilitas regasifikasi LNG dan jaringan gas (jargas) pipa di dalam kawasan," kata Direktur PT Lingkar Nusantara Gas Leonard Hastabrata dalam keterangan tertulis di Palu, Minggu.
Dia menjelaskan proyek itu dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi tenant secara presisi. Pembangunan jargas dimulai tahun ini dengan target rampung total pada 2027.
Sementara pengembangan lanjutan untuk fasilitas receiving terminal dijadwalkan tuntas pasca2028.
Baca juga: KEK Palu peroleh investasi Rp8,7 triliun dari perusahaan Kanada
Selain jaringan pipa fisik, perusahaan rencananya akan menggunakan metode virtual pipeline untuk menjangkau pelanggan di luar wilayah KEK.
“Kami membangun infrastruktur yang adaptif, mengikuti titik lokasi para tenant. Ini adalah komitmen kami untuk menyediakan solusi energi yang efisien dan andal,” katanya menegaskan.
Menurut dia, untuk menjamin keberlangsungan operasional, pasokan LNG akan bersumber utama dari proyek CIMC di Morowali dengan kapasitas awal 10 MMSCFD.
Sebagai langkah kontigensi, PT Lingkar Nusantara Gas juga tengah menyiapkan opsi dari salah satu fasilitas LNG mandiri di Pulau Jawa, yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2026 untuk memperkuat ketahanan cadangan energi bagi KEK Palu.
Langkah strategis itu dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, antara PT LNG dengan PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pengembang KEK Palu. Seremoni penandatanganan itu turut dihadiri Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.
Hadianto Rasyid menyambut hangat kolaborasi tersebut. Menurutnya, keberanian investor masuk ke sektor fundamental seperti energi adalah testimoni atas potensi besar Kota Palu.
"Masuknya investasi ini adalah sinyal positif bagi iklim bisnis kami. Hal tersebut menunjukkan bahwa Palu memiliki ruang dan peluang investasi yang sangat baik," katanya.
Dia berharap pembangunan infrastruktur itu akan menjadi magnet, untuk membuka pintu bagi masuknya investasi-investasi lain ke depannya.
Lanjut dia, suplai energi yang stabil merupakan prasyarat mutlak bagi pertumbuhan kawasan industri. Jika kebutuhan energi tercukupi, KEK Palu akan semakin berkembang dan memberikan dampak domino bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara luas.
Baca juga: Bahlil: Pemerataan investasi perlu dilakukan guna percepat pertumbuhan
Menanggapi kerja sama itu, Direktur Utama BPST Sony Panukma Widianto menekankan bahwa perbaikan aspek utilitas yakni gas, listrik, air, dan infrastruktur sipil merupakan prioritas utama, untuk menarik minat investor internasional.
“Kami memilih mitra yang memiliki reputasi baik. PT LNG saat ini dalam proses akuisisi oleh perusahaan multinasional ternama. Kebetulan kami mengikuti dan support proses akuisisi ini. Sehingga kami optimis, standar teknis dan komersial yang dihasilkan akan memenuhi kualifikasi industri global,” katanya.




