Rahasia Gontor: Ilmu Menjadi Laku

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Oleh : Nur Hadi Ihsan Guru Besar Ilmu Tasawuf Universitas Darussalam Gontor

“Ilmu bukan untuk ilmu. Ilmu untuk amal dan ibadah.” — K.H. Imam Zarkasyi

 

Baca Juga
  • 75 Tahun Persahabatan IndonesiaSwiss Avip Priatna Bersama JCO dan BMS Persembahkan Konser di Swiss
  • Madonna Tampil Bareng Sabrina Carpenter di Panggung Utama Coachella
  • Kisah Sukses Bisnis Nabi Muhammad, Membangun Reputasi Lewat Kejujuran dan Kerja Sama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada saat ketika manusia terpikat oleh ilmu; oleh luasnya pengetahuan, tajamnya analisis, dan kekuatan akal yang seakan mampu menembus batas. Namun di balik pesona itu, tersimpan satu hal yang perlu diwaspadai: ketika ilmu berhenti pada dirinya sendiri. Ia tidak lagi menjadi jalan, tetapi tujuan; tidak lagi menerangi, tetapi perlahan memberatkan.

Petuah Pendiri Gontor ini hadir menenangkan: bahwa ilmu tidak untuk dikagumi, melainkan untuk diamalkan; tidak untuk ditumpuk, tetapi untuk dihidupkan; tidak untuk meninggikan diri, tetapi untuk mendekatkan diri kepada Allah.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Ilmu dan Arah Kehidupan

Tidak semua yang belajar benar-benar “menjadi”. Banyak yang mengetahui, namun belum sampai pada menghayati. Padahal perbedaan keduanya begitu halus, sekaligus dalam: mengetahui berhenti di kepala, sedangkan menjadi meresap hingga ke jiwa.

Para ulama telah lama mengingatkan, bahwa ilmu yang tidak diamalkan dapat berbalik menjadi beban. Ia bukan lagi cahaya yang menuntun, melainkan sesuatu yang kelak dipertanyakan. Sebab hakikat ilmu tidak terletak pada banyaknya yang diketahui, tetapi pada sejauh mana ia menuntun perubahan diri.

Di sinilah ilmu menemukan arahnya. Ia tidak sekadar memperluas wawasan, tetapi membimbing kehidupan.

Dari Pengetahuan Menuju Pengamalan

Ilmu yang sejati tidak betah disimpan. Ia ingin tampak, meski dalam bentuk yang sederhana. Sebab nilai ilmu bukan pada keluasannya, tetapi pada kebermanfaatannya.

Amal adalah buah dari ilmu. Tanpanya, ilmu ibarat pohon yang tumbuh tanpa memberi. Maka kesempurnaan bukan pada apa yang kita ketahui, tetapi pada apa yang kita jalani dari apa yang kita ketahui.

Di Gontor, nilai ini tumbuh secara perlahan namun pasti. Ilmu tidak berhenti sebagai pelajaran, tetapi menjelma menjadi laku: dalam disiplin, dalam adab, dalam tanggung jawab. Dari sana, ilmu turun dengan tenang, dari pikiran menuju kehidupan.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jawa Timur 19 April 2026: Hujan Ringan Berpotensi Terjadi Seharian
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemkot Makassar Siapkan Digitalisasi Bansos, Perkuat Akurasi Data Penerima
• 53 menit laluharianfajar
thumb
Megawati Usulkan Konferensi Asia Afrika Jilid II di Tengah Guncangan Geopolitik Global
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Prewedding Syifa Hadju Curi Perhatian, Kenakan Perhiasan Mewah Ditaksir Senilai Rp 250 Juta
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Syarat Ketika Pembalap Moto3 Veda Ega Pratama Digadang Susul Marc Marquez Naik di Kelas MotoGP
• 18 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.