Respons Peningkatan Aktivitas Kapal Perang Asing di Selat Malaka, Asintel Panglima TNI Kumpulkan Aparat Intelijen

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen Rio Firdianto mengumpulkan komandan satuan (dansat) dan aparat intelijen di Kepulauan Riau (Kepri) dalam rangka merespons aktivitas kapal perang asing yang meningkat di Selat Malaka.

Hal ini menuntut Indonesia untuk menjaga daerahnya serta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas kapal perang tersebut.

"Aparat intelijen dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan deteksi dini, serta ketajaman analisis guna mengantisipasi setiap potensi ancaman secara cepat dan tepat," ungkap Rio, dikutip Minggu (19/4/2026).

Di dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa aparat harus siap siaga menghadapi dinamika global yang makin kompleks. 

Berbagai ancaman bisa saja menjadi kenyataan termasuk konflik antarnegara hingga situasi kawasan yang bisa mempengaruhi stabilitas nasional.

Para aparat intelijen juga diminta untuk memanfaatkan media sosial serta menguasai teknologi. Hal ini dinilai penting untuk menghasilkan produk intelijen yang akurat dan berguna bagi pengambil keputusan.

"Kesiapan dan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan NKRI," katanya menambahkan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul membenarkan adanya aktivitas kapal perang Amerika Serikat (AS) di Indonesia di Selat Malaka.

Peningkatan aktivitas ini diduga karena adanya perburuan kapal tanker milik Iran.

“Berdasarkan hasil pantauan perangkat Automatic Identification System (AIS) Publish memang benar USS Miguel Keith termonitor pada AIS pada pukul 15.00 WIB di perairan timur Belawan dengan haluan ke arah Barat Laut dengan kecepatan 13,1 Knots," katanya.

Di tengah kondisi ini, TNI AL memastikan situasi nasional tetap terkendali. Ia menegaskan, aktivitas kapal asing itu tidak mengganggu keamanan perairan Indonesia. (iwh)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Jatim (BJTM) Luncurkan JConnect Versi Anyar, Incar 3 Juta Pengguna Hingga Akhir 2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Kerusakaan Infrastruktur Energi akibat Perang di Timur Tengah Capai Rp990 Triliun
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Transformasi Digital Ubah Lanskap Bisnis, UNM Siapkan Generasi Muda Hadapi Tantangan Industri
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hingga 2025, 38 Ribu Perempuan-Anak di Gaza Tewas Akibat Serangan Israel
• 13 jam laludetik.com
thumb
Alumni Sampai Geram, Viral Video Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.