VIVA – PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz di tengah situasi keamanan yang dinamis.
"Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz," kata Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita dalam keterangannya dilansir Antara, Minggu, 19 April 2026.
Vega menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membuka peluang pelayaran yang aman, sembari memastikan keselamatan awak kapal tetap menjadi prioritas. "Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman," ujarnya.
"Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya," tambahnya.
PIS berharap kondisi di Selat Hormuz segera mereda sehingga kedua kapal dapat melanjutkan pelayaran tanpa risiko. "Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman," kata Vega.
Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Sabtu, 18 April 2026, menyatakan Selat Hormuz telah kembali ditutup di bawah kendali angkatan bersenjata Iran, di tengah blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang masih berlangsung.
"Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur perairan strategis itu kini berada di bawah pengelolaan dan kendali ketat angkatan bersenjata,” kata komando gabungan IRGC, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
IRGC menegaskan bahwa hingga Amerika Serikat memulihkan sepenuhnya kebebasan pergerakan kapal yang menuju dan keluar dari Iran, situasi di Selat Hormuz akan tetap berada dalam pengawasan ketat dan tidak berubah.





