Gencatan Senjata Israel–Lebanon, Presiden Lebanon Akan Dorong Perjanjian Permanen, Warga Mulai Kembali ke Rumah

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Setelah Presiden AS Donald Trump pada 16 April mengumumkan berlakunya gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan kelompok bersenjata Lebanon Hezbollah, Presiden Lebanon Joseph Aoun pada 17 April menyatakan dalam pidatonya bahwa kesepakatan ini akan membuka “fase baru” yang berfokus pada perjanjian permanen. Ia juga menegaskan bahwa Lebanon tidak lagi menjadi “medan perang bagi pihak mana pun”.

EtIndonesia. Pada 2 Maret, kelompok Hezbollah yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap Israel, yang kemudian menyeret Lebanon ke dalam konflik di Timur Tengah.

Dalam pidato nasional pertamanya setelah gencatan senjata, Joseph Aoun mengatakan:
“Kini kita semua berdiri di ambang fase baru… ini adalah tahap peralihan dari upaya mencapai gencatan senjata menuju mendorong perjanjian permanen yang akan melindungi hak rakyat kita, keutuhan wilayah, dan kedaulatan negara.”

Ia menyebut bahwa untuk pertama kalinya dalam hampir setengah abad, pemerintah Lebanon “kembali memegang kendali atas negara dan pengambilan keputusan”.

Aoun menegaskan:  “Hari ini kita bernegosiasi untuk diri kita sendiri… kita bukan lagi pion dalam permainan siapa pun, dan bukan lagi medan perang siapa pun—dan tidak akan pernah lagi.”

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu tercapainya gencatan senjata, termasuk Presiden Trump dan Arab Saudi.

Dalam pidatonya, Aoun menyatakan bahwa melakukan negosiasi langsung dengan Israel “bukanlah tanda kelemahan atau kompromi… negosiasi tidak berarti, dan tidak akan pernah berarti, menyerahkan hak atau prinsip, ataupun merusak kedaulatan negara.”

Ia menambahkan:  “Saya tegaskan, tidak ada perjanjian yang akan melanggar hak nasional kita, melemahkan martabat rakyat kita, atau menyerahkan sejengkal pun wilayah negara.”

Tak lama sebelum gencatan senjata ini, duta besar Lebanon dan Israel untuk AS sempat mengadakan pertemuan di Washington—pertemuan langsung pertama antara kedua negara dalam beberapa dekade.

Setelah mengumumkan gencatan senjata di platform Truth Social, Trump juga mengatakan bahwa Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mengunjungi Gedung Putih dalam “empat hingga lima hari ke depan”.

Warga Lebanon Selatan Mulai Pulang

Setelah gencatan senjata 10 hari mulai berlaku pada  17 April tengah malam waktu setempat, warga Lebanon selatan yang sebelumnya mengungsi akibat peringatan evakuasi besar-besaran dari Israel mulai kembali ke rumah mereka.

Menurut sejumlah jurnalis AFP, antrean kendaraan di satu-satunya jembatan penghubung di wilayah pesisir selatan Sungai Litani membentang hingga beberapa kilometer. Banyak warga harus menunggu berjam-jam demi bisa pulang.

Rekaman AFP menunjukkan bahwa sebelum fajar, jalan pesisir Lebanon sudah dipenuhi mobil yang menuju ke selatan, dan saat matahari terbit, mereka melintasi sisa-sisa jembatan yang sebelumnya dibombardir Israel.

Namun demikian, setelah gencatan senjata berlaku, masih terdengar suara tembakan di wilayah selatan Beirut yang dikuasai Hezbollah, meski tampaknya itu merupakan aksi perayaan spontan.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka telah menyerang lebih dari 380 target yang disebut sebagai “target organisasi teroris Hezbollah” di Lebanon selatan, dan tetap dalam “siaga tinggi” untuk melanjutkan operasi kapan saja.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menuju Kehidupan Lebih Layak di Jantung Jakarta
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Selat Hormuz Dinamis, Pertamina Terus Koordinasi ke Iran soal 2 Kapal Tanker Tertahan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
RI Berduka atas Gugurnya Prajurit UNIFIL Asal Prancis di Lebanon
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
2 Pelaku Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Ditangkap, Ini Inisialnya
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Sering Kenakan Pakaian Branded saat Dampingi Persib Bandung, Segini Harga Outfit Umuh Muchtar
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.