Penulis: Kristiono
TVRINews, Sidoarjo
Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur mulai mematangkan langkah pembinaan atlet melalui program Puslatda Mandiri sebagai persiapan menuju Pra Pekan Olahraga Nasional (Prapon) 2027. Program ini ditargetkan mampu meloloskan lebih banyak atlet ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB.
Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Timur yang juga menjabat Anggota DPR RI Komisi VII Bambang Haryo Soekartono, mengatakan pembentukan Puslatda Mandiri merupakan tindak lanjut dari evaluasi prestasi sebelumnya yang dinilai belum maksimal.
“Program ini merupakan dorongan dari ketua umum agar prestasi ke depan lebih baik. Alhamdulillah, sudah mendapat persetujuan KONI Jawa Timur. Target utama kami adalah membentuk tim yang solid melalui seleksi berjenjang,” ujar Bambang Haryo, Minggu 19 April 2026.
Ia menjelaskan, proses seleksi atlet akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kejuaraan provinsi hingga evaluasi lanjutan menjelang Prapon.
Salah satu ajang penting adalah Kejuaraan Provinsi Pencak Silat Piala BHS yang akan digelar di Surabaya pada Mei mendatang.
“Atlet yang menjadi juara akan kami latih secara maksimal, lalu diseleksi ulang pada Oktober bersama hasil kejurprov. Harapannya, semua nomor bisa terisi dan tampil di Prapon,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Harian IPSI Jawa Timur, Hoslih Abdullah, menyebut saat ini terdapat tujuh atlet yang mengikuti program Puslatda Mandiri.
“Atlet-atlet ini kami dorong untuk berlatih maksimal. Targetnya, saat seleksi berikutnya mereka bisa menunjukkan peningkatan signifikan dan siap bersaing di Prapon,” kata Hoslih.
Ia menambahkan, Prapon yang dijadwalkan berlangsung pertengahan 2027 menjadi momentum penting untuk mengamankan tiket sebanyak mungkin menuju PON 2028 di Nusa Tenggara Barat.
“Kami berharap dari Prapon nanti bisa meraih tiket sebanyak mungkin. Evaluasi dari capaian sebelumnya menjadi motivasi agar hasil ke depan lebih maksimal,” jelasnya.
Selain fokus pada pembinaan atlet, IPSI Jawa Timur juga mulai meningkatkan fasilitas pendukung. Bambang Haryo Soekartono berkomitmen membantu penyediaan sarana istirahat atlet di lingkungan Sekolah Menengah Olahraga Negeri (SMANOR).
“Ruang istirahat atlet saat ini masih menggunakan ruang kelas dan cukup panas. Kami akan menambahkan fasilitas seperti AC dan shower agar atlet bisa beristirahat dengan nyaman. Kalau istirahat maksimal, latihan juga akan lebih optimal,” katanya.
Editor: Redaksi TVRINews





