50 Santri di Demak Diduga Keracunan MBG, Begini Kondisinya

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK -- Puluhan santri di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Akibat kejadian tersebut, lebih dari 50 santri harus dirawat di rumah sakit. 

Kepala Dinas Kesehatan Demak, Ali Maimun, mengungkapkan, para santri mulai mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, pusing, dan diare pada Ahad (19/4/2026) pagi. Berdasarkan informasi awal yang telah diterima oleh Ali, para santri berasal dari tiga hingga lima pesantren di Desa Pilangwetan. 

 

"Terjadinya mulai dari pagi tadi. Kami dari Dinas Kesehatan sudah melakukan evakuasi terhadap korban-korban yang mengalami mual-mual dan muntah-muntah ke rumah sakit," kata Ali kepada Republika, Ahad.

 

Ali menduga, para santri mengalami dugaan keracunan dari menu MBG yang disajikan pada Sabtu (18/4/2026). "Jadi kalau pagi para santri ini sekolah di Mts. Nah pulangnya atau mondoknya di pesantren," ujarnya. 

 

Dia mengaku belum memperoleh data di mana saja para santri yang menjadi korban dugaan keracunan bersekolah. Namun Ali sudah mengetahui menu MBG yang dikonsumsi para santri, yakni nasi goreng, telur, acar, dan buah jeruk. MBG tersebut dipasok dari SPPG yang sama. 

 

Menurut Ali, jumlah pasti dari santri yang diduga mengalami keracunan belum diketahui atau masih dalam pendataan. "Pokoknya ada 50 lebih yang dirawat," katanya. 

 

Ali mengungkapkan, para santri dirawat di tiga rumah sakit dan satu puskesmas. "Kami sudah buka pelayanan kesehatan di Desa Pilangwetan. Jadi kalau ada yang mengalami keluhan-keluhan, bisa datang ke situ. Di sana tadi pagi juga ada dokternya. Kalau yang (gejala) berat, langsung kami rujuk ke rumah sakit," ucapnya. 

 

Ali mengaku belum memperoleh informasi nama SPPG yang memasok MBG ke sekolah-sekolah para santri. Namun dia memastikan, Dinas Kesehatan Demak akan melakukan inspeksi ke SPPG tersebut pada Senin (20/4/2026). Mereka bakal memeriksa kepatuhan standar operasional prosedur SPPG terkait, termasuk mengambil sampel.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Liga Inggris: MU Taklukkan Chelsea di Stamford Bridge
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Jembatan Gantung Garuda Buka Jalan 1.500 Keluarga di Klaten
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Transjakarta Update Rute Baru 8E Bintaro-Blok M dan 1Q Rempoa-Blok M
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Hanya Butuh Imbang, Pelatih Vietnam Cristiano Roland Bilang Begini soal Timnas Indonesia
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Pelatih Vietnam terkejut Indonesia memilih taktik bertahan
• 4 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.