Pantau - Indonesia melalui Kementerian Perhubungan meraih tiga penghargaan global dalam ajang ICAO Global Implementation Support Symposium 2026 yang digelar di Marrakech, Maroko.
Penghargaan tersebut meliputi Platinum Member ICAO Trainair Plus, Most Implemented STP Across the Network melalui program Ramp Safety Awareness, serta Highest Number of ICAO Training Packages Developed.
M Abrar Tuntalanai mengatakan, "Penghargaan yang diraih meliputi Platinum Member ICAO Trainair Plus, Most Implemented STP Across the Network melalui program Ramp Safety Awareness, dan Highest Number of ICAO Training Packages Developed."
Penghargaan diserahkan oleh Sekretaris Jenderal ICAO Juan Carlos Salazar didampingi Miguel Marin.
Pencapaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin dalam sektor pelatihan penerbangan global, khususnya melalui program Trainair Plus.
Abrar menyatakan, "Pengakuan internasional ini memberikan dampak konkret dan langsung terhadap kualitas lulusan Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan, khususnya di sektor penerbangan."
Taruna kini mendapatkan pembelajaran berbasis standar global ICAO serta akses terhadap training package industri penerbangan dunia.
Hal ini membuat pendidikan menjadi lebih aplikatif, meningkatkan kompetensi teknis, serta memperkuat kesadaran keselamatan.
Keberhasilan ini merupakan hasil komitmen Indonesia sejak 2022 dalam aktif berpartisipasi di berbagai forum internasional, termasuk Steering Committee Meeting dan workshop Trainair Plus.
Abrar mengungkapkan, "Keterlibatan ini memperkuat kontribusi Indonesia dalam penyusunan kebijakan serta penyelarasan standar pelatihan penerbangan sipil di tingkat global."
Ia menambahkan, "Pengakuan internasional ini menjadi bukti nyata kualitas dan kontribusi Indonesia di tingkat global."
Indonesia juga menjajaki kerja sama dengan negara anggota ICAO untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor penerbangan.
Ia mengatakan, "Kolaborasi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM penerbangan nasional agar selaras dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang."
Pencapaian ini menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat unggulan pelatihan penerbangan sekaligus mendukung diplomasi pencalonan anggota ICAO Council periode 2028.




