JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jika populasi ikan sapu-sapu di Ibu Kota sudah lebih dari 60 persen.
Pramono mengatakan, ikan sapu-sapu sangat cepat berkembang biak.
Sekali bertelur jumlahnya bisa mencapai 3.000 butir.
Sehingga populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta sekarang sangat sulit dikendalikan.
BACA JUGA:6 Fakta Ikan Sapu-Sapu, Dari Sungai Amazon ke Ciliwung, Jadi Makanan di Mexico
Ikan sapu-sapu terang Pramono, memiliki kadar residu di atas 0,3. Sehingga sangat berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi manusia.
Selain memiliki kandungan polutan yang berbahaya, ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif yang mengancam biota sungai.
Atas dasar itu, Pramono meminta agar dilakukan penangkapan ikan sapu-sapu secara berkala.
Pramono pun akan membentuk tim khusus (Timsus) pemburu ikan sapu-sapu.
BACA JUGA:60% Sungai Jakarta Dikuasai Ikan Sapu-Sapu, 68 Ribu Ekor Ditangkap di 5 Wilayah
Timsus tersebut nantinya diisi oleh personel PPSU atau pasukan oranye.
"Tidak bisa kemudian dilakukan secara parsial. Kami akan melanjutkan dan secara khusus seperti yang saya sampaikan, Jakarta akan punya PPSU untuk secara berkala membersihkan ikan sapu-sapu di Jakarta," ujar Pramono di Jakarta Selatan pada Minggu, 19 April 2026.
Pramono mengatakan, saat operasi penangkapan serentak di 5 wilayah Jakarta pada Jumat, 17 April 2026, total ikan sapu-sapu yang terjaring sebanyak 6,5 ton.
BACA JUGA:Mengenal Asal Usul Ikan Sapu-Sapu, Lengkap Jenis dan Penyebarannya di Indonesia
Ini menunjukan betapa invasifnya ikan sapu-sapu di kali-kali Jakarta.
- 1
- 2
- »





