Penulis: Jaya Wirnata
TVRINews, Banten
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh anak usia sekolah di Provinsi Banten. Setiap anak dinilai memiliki potensi dan keistimewaan yang perlu difasilitasi melalui layanan pendidikan yang tepat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap berbagai model pendidikan, termasuk sekolah inklusi seperti SMA Jaya Plus Montessori dan PKBM Malachi Empat Lima Enam di Kota Tangerang Selatan. Meski kegiatan belajar berlangsung di ruko, semangat belajar siswa dinilai tetap tinggi.
Dalam kunjungannya, Andra Soni juga mengapresiasi metode pembelajaran yang mengangkat kisah legenda Nusantara melalui seni wayang, seperti Timun Mas, Joko Kendil, dan Malin Kundang.
Ia menilai keberadaan sekolah inklusi perlu lebih luas diketahui masyarakat, mengingat masih banyak orang tua mengalami kesulitan mencari sekolah yang sesuai kebutuhan anak.
“Saya sudah sampaikan ke Ibu Niken, tolong di data beban yang sekolah-sekolah metode seperti Montesori yang ada di Provinsi Banten, khususnya Tangerang Selatan. Saya juga minta diinformasikan kegiatan-kegiatannya karena apa, karena sekolah-sekolah inklusi ini sangat dibutuhkan oleh Warga Banten. Jadi banyak orangtua yang menghadapi kendala, sulit mencari sekolah yang tepat, yang sesuai untuk anaknya, sesuai dengan kebutuhan anaknya. Pemerintah Provinsi Banten mempunyai komitmen yang kuat untuk terus bisa berkoordinasi, berkolaborasi untuk memberikan akses selebar-lebarnya kepada seluruh anak-anak kita di usia sekolah. Alhamdulillah ada beberapa program yang kita laksanakan. Salah satunya Program Sekolah Gratis untuk SMA/ SMK dan Sekolah Khusus Swasta yang ada di Provinsi Banten,” jelas Andra Soni.
Untuk memperluas akses pendidikan, Pemerintah Provinsi Banten juga mengoptimalkan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Selain itu, Program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan sekolah khusus swasta terus diperluas melalui kerja sama dengan ratusan sekolah.
Saat ini, program tersebut telah diikuti lebih dari 60.000 siswa, termasuk lebih dari 1.000 siswa berkebutuhan khusus. Upaya ini diharapkan mampu memastikan seluruh anak di Banten mendapatkan kesempatan pendidikan yang merata dan sesuai kebutuhan.
Editor: Redaksi TVRINews





