Teknologi Baru bikin Panen Bawang Merah

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komoditas bawang merah di Indonesia sangat strategis karena merupakan kebutuhan pokok rumah tangga dan bahan utama dalam berbagai masakan Nusantara.

Rata-rata konsumsi bawang merah masyarakat Indonesia mencapai sekitar 2,8 hingga 3 kilogram per kapita per tahun. Namun, tingginya kebutuhan tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan produktivitas di tingkat petani.

Baca Juga :
Gandeng SKK Migas dan ITS, BKI Publikasi Inovasi SPM Demi Perkuat Standar Keselamatan
Pertamina Patra Niaga Genjot Inovasi Penguatan Kapabilitas Digital Pastikan Energi Tersedia dan Tejangkau

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata produktivitas bawang merah nasional masih berada di kisaran 9–10 ton per hektare. Angka ini tergolong relatif rendah jika dibandingkan dengan potensi hasil yang bisa dicapai melalui penerapan teknologi dan benih unggul.

Kesenjangan antara kebutuhan dan produktivitas inilah yang membuka ruang bagi inovasi seperti budidaya bawang merah dari biji atau True Shallot Seed (TSS) untuk berperan lebih besar dalam meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani.

Teknologi TSS, khususnya benih bawang merah Merdeka F1, terbukti mampu memberikan potensi hasil panen mencapai 14–18 ton per hektare. Angka ini meningkat sekitar 40 hingga 80 persen dibandingkan metode konvensional.

Selain itu, penggunaan TSS juga mampu menekan biaya bibit hingga 30–50 persen. Efisiensi ini memberikan ruang keuntungan yang lebih besar bagi petani, sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat tingginya biaya awal produksi.

Managing Director PT East West Seed Indonesia (Ewindo), Glenn Pardede, menjelaskan bahwa inovasi merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Ia menyebut kalau tantangan pertanian ke depan tidak bisa dihadapi dengan cara-cara lama.

“Inovasi adalah hal yang sangat penting bagi petani. Tanpa inovasi, produktivitas akan stagnan, sementara tantangan terus meningkat,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.

Sebagai perusahaan benih sayuran unggul yang telah berdiri lebih dari 35 tahun di Indonesia, Ewindo terus mendorong pengembangan teknologi pertanian, termasuk melalui TSS. Glenn mengaku kehadiran benih unggul seperti Merdeka F1 bukan hanya soal meningkatkan hasil, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha tani.

“Kami ingin petani tidak hanya panen lebih banyak, tetapi juga lebih efisien dan berdaya saing. TSS adalah salah satu inovasi yang kami dorong untuk mencapai tujuan tersebut,” tutur dia.

Baca Juga :
Vietjet Adopsi Teknologi Kabin dan Sistem Pesawat Generasi Baru
Menuju Kebijakan Berbasis Data, Diskominfotik DKI Jakarta Siapkan Arah Baru
Setelah Lama Dinanti, GTA 6 Akhirnya Siap Guncang Industri Game Dunia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tim Tenis Meja Indonesia Sabet 1 Emas dan 4 Perunggu di ITTF-ATTU SEA Youth Championships Singapore 2026
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
APEX Padel League 2026 Resmi Digelar di Surabaya, Usung Sistem Promosi-Degradasi
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Ben Shelton menangi gelar ATP 500 Munich
• 45 menit laluantaranews.com
thumb
TNI Perkuat Kewaspadaan Hadapi Aktivitas Kapal Asing di Selat Malaka
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Nikel Naik, Penambang Lokal Dapat Angin Segar?
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.