tvOnenews.com - Aksi tegas Dedi Mulyadi kembali jadi sorotan. Di tengah kunjungan lapangan, ia mendadak menghentikan sebuah truk yang melintas karena dicurigai membawa muatan berlebih. Tak hanya itu, temuan tersebut juga menyeret dugaan adanya praktik galian ilegal.
Momen ini diunggah dalam tayangan YouTube pribadinya pada 19 April 2026. Dalam video tersebut, Dedi Mulyadi langsung menyoroti muatan truk yang dinilai tidak wajar.
“Pasir ini lihat overload. Saya yakin itu overload dan saya yakin dia ngambil galian dari galian ilegal. Karena sepengetahuan saya, itu di wilayah selatan itu tidak ada izin yang dikeluarkan. Berarti ini masih ada galian ilegal,” ucap Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi dan Sopir Truk. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Tanpa menunggu lama, Dedi Mulyadi memberi isyarat kepada sopir untuk berhenti. Namun, ada hal tak terduga yang menarik perhatiannya. Sopir truk tersebut ternyata tidak didampingi kernet, melainkan seorang wanita.
“Waduh, didampingi, waduh. Orang mana?” tanya Dedi kepada sopir.
Sopir itu pun mengaku sebagai warga setempat. Saat ditanya soal muatan, ia menjelaskan bahwa truk tersebut mengangkut batu.
“Batu, Pak,” jawab sopir.
“Overload enggak?” tanya Dedi Mulyadi.
“Iya,” jawab sopir singkat.
Percakapan berlanjut saat Dedi Mulyadi menanyakan jumlah muatan, “Berapa bebannya?”
“8 ton, Pak. Tapi sekarang 9,7 ton,” jawab sopir, mengakui adanya kelebihan muatan hingga 1,7 ton.
Situasi semakin menarik ketika Dedi Mulyadi meminta wanita di samping sopir untuk turun. Ternyata, wanita tersebut adalah istri sang sopir.
“Kenapa suaminya diikut-ikutin terus? Nggak percaya sama suaminya?” ujar Dedi Mulyadi sambil bercanda.
Dedi pun kembali menggali informasi terkait kondisi sopir. “Mobilnya, mobil sendiri?” tanya Dedi Mulyadi.
“Iya,” jawab sopir, yang juga mengaku memiliki cicilan kendaraan sebesar Rp6 juta per bulan.
Sopir tersebut juga mengungkap penghasilannya. Dalam sehari semalam, ia hanya mendapatkan sekitar Rp500 ribu.
“Lebihnya Rp500 ribu, makanya dioverload-in biar dapat lebih?” tanya Dedi Mulyadi.
“Emang segini, Pak, bawanya. Disuruh sama dianya,” jawab sopir, mengisyaratkan adanya perintah dari pihak tertentu.




