Perwira Senior Iran: Mitos Pesawat Tempur Siluman AS Telah Berakhir

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Perwira senior Iran, yang menembak jatuh jet tempur F-35 Amerika yang memasuki wilayah udara, mengatakan mitos tentang pesawat tempur yang dirancang untuk menghindari deteksi radar telah berakhir.

Berbicara pada hari Minggu, perwira tersebut menggambarkan kegembiraan rekan-rekannya ketika mereka menembak jatuh F-35 sebagai sesuatu yang “benar-benar tak terlukiskan”.

Baca Juga :
Presiden Iran: Siapa Trump Bisa Cabut Hak Nuklir Iran?
Trump Tuduh Iran Melanggar Gencatan Senjata, Tapi Tetap Kirim Delegasi ke Pakistan untuk Berunding

"Kami benar-benar menghancurkan teknologi Lockheed Martin,” tambahnya. “Mitos pesawat tempur siluman telah berakhir.”

Ia juga mencatat bahwa rekan-rekannya berada di medan perang sepanjang waktu, memburu target musuh. Sistem pertahanan udara modern Iran dapat dengan mudah menyerang objek terbang musuh, rudal jelajah, dan pesawat kecil dalam sebagian besar kasus.

Sistem pertahanan udara Iran berhasil mengurangi agresi militer oleh jet tempur Amerika dan Israel di wilayah tengah negara itu setelah pesawat F-35 dihantam, demikian menurut sumber intelijen tingkat tinggi kepada Press TV.

Menurut sumber tersebut, jaringan pertahanan udara Iran yang canggih dan terintegrasi telah memberikan banyak pukulan terhadap pesawat musuh yang menyerang, memaksa penurunan tempo operasi di Iran tengah.

"Serangan berulang kali oleh sistem pertahanan udara terintegrasi Iran terhadap pesawat Amerika dan Israel yang menyerang telah menyebabkan pengurangan signifikan dalam operasi militer oleh jet tempur Amerika dan Israel di wilayah tengah negara itu," kata sumber tersebut. 

"Setelah menghantam F-35, laju operasi militer telah menurun, meskipun pesawat dan drone masih digunakan untuk tujuan pengintaian," tambahnya.

Sumber intelijen tersebut juga mengungkapkan bahwa jumlah drone yang ditembak jatuh telah mencapai hampir 200 unit. Mengutip inovasi pertahanan yang dikerahkan terhadap pesawat musuh, ia mengatakan bahwa tingkat serangan terhadap pesawat tempur musuh kemungkinan akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.

Agresi ilegal AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan pejabat dan komandan senior Iran. Sementara angkatan bersenjata Iran melancarkan 100 gelombang serangan balasan yang berhasil terhadap target Amerika dan Israel yang sensitif dan strategis di seluruh wilayah tersebut. 

Pada tanggal 8 April, empat puluh hari setelah perang dimulai, gencatan senjata selama dua minggu yang dimediasi oleh Pakistan mulai berlaku, tetapi negosiasi Washington-Teheran gagal mencapai kesepakatan.

Baca Juga :
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Gara-gara Blokade AS: Pelanggaran Gencatan Senjata!
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Dua Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab
Setelah BBM, Kini Harga Buah dan Sayur Terancam Naik Imbas Perang Iran Vs AS-Israel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pencari Kerja Merapat, OLX Job Fair Online 2026 Menyediakan Ribuan Lowongan Pekerjaan
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Kapal Pesiar Oceania Vista Bawa 400 Wisman Jelajahi Destinasi Wisata Kupang dan Sekitarnya
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Alasan Uya Kuya Lapor Polisi Soal Dituding Punya 750 Dapur MBG: Kemarin Dijarah, Sekarang Difitnah
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Jawa Timur, Dirut BULOG Pastikan Transparansi Pengelolaan Stok Pangan Nasional
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Khofifah-Muslimat NU Jabar Serukan PBB Hentikan Perang
• 23 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.