KYIV, KOMPAS.TV - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy meluapkan kemarahannya ke Amerika Serikat (AS).
Ia merasa kesal dan mengecam keputusan AS memperpanjang izin Rusia untuk menjual minyaknya di tengah sanksi Barat.
AS menegaskan pengecualian bagi Rusia ini dimaksudkan untuk meringankan krisis pasokan energi yang dipicu perang AS-Israel dengan Iran.
Baca Juga: Trump Sesumbar Iran Rugi Tutup Lagi Selat Hormuz, Peringatkan Konsekuensi jika Perundingan Gagal
Namun dikutip dari BBC, pada Minggu (19/4/2026), Zelenskyy menegaskan setiap dolar yang dibayarkan untuk minyak Rusia adalah uang untuk perang di Ukraina.
Sebelumnya, Rusia mendapatkan sanksi yang meluas setelah negara Presiden Vladimir Putin itu melakukan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.
Serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari juga membuat Teheran melakukan pembalasan.
Tak hanya terhadap Israel dan pangkalan militer AS di Teluk, tetapi juga menimbulkan korban jiwa di sektor energi dan situs sipil lainnya di seluruh negara sekutu AS di kawasan Arab tersebut.
Iran juga telah menutup Selat Hormuz, jalur air penting untuk mengangkut sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Hal itu yang kemudian membuat kekacauan di pasar global, dan membuat AS meringankan sanksi Rusia pada 13 Maret lalu.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : BBC
- volodymyr zelenskyy
- ukraina
- rusia
- menjual minyak
- zelenskyy meluapkan kemarahan





