Kenaikan Elpiji 12 Kg Dorong Warga “Turun Kelas”, Mulai Lirik Gas Subsidi 3 Kg

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Kenaikan harga elpiji (LPG) nonsubsidi 12 kilogram (kg) dari Rp 192.000 menjadi Rp 228.000 per tabung mendorong sebagian warga ibu kota mempertimbangkan kembali penggunaan gas subsidi tiga kilogram.

Kondisi ini terjadi di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok yang semakin menekan pengeluaran rumah tangga.

Michael (24), warga Kalideres, Jakarta Barat, mengaku cukup terkejut saat mengetahui harga LPG 12 kg kembali naik. Kenaikan sekitar Rp 40.000 per tabung tersebut dinilainya cukup terasa terhadap pengeluaran bulanan.

Baca juga: Jeritan Warga Saat Harga Gas Elpiji dan BBM Nonsubsidi Naik Bersamaan

Menurut dia, kenaikan harga gas semakin memberatkan karena terjadi bersamaan dengan naiknya harga BBM dan bahan pokok.

Terimpit kenaikan pengeluaran, Michael kini mulai mempertimbangkan kembali menggunakan gas subsidi 3 kg yang sempat ia tinggalkan setahun lalu. Sebelumnya, ia beralih ke gas 12 kg karena kerap kesulitan mendapatkan gas melon yang langka.

"Karena punya juga tabung subsidi, jadi sementara berganti ke subsidi dulu. Tapi kalau subsidi kan sering kosong, jadi mau enggak mau tetap pakai yang 12 kg. Kalau ganti ke 5,5 kg harus beli tabungnya lumayan, jadi kalau hitung-hitungan, masih efisien yang 12 kg," kata Michael kepada Kompas.com, Minggu (19/4/2026).

Fia (34), warga Jakarta Selatan, yang mengaku terkejut dengan lonjakan harga Bright Gas 12 kg dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kalau saya sih masih mampu beli, tapi kalau naiknya sebanyak ini, rasanya mending beli yang 3 kg saja,” ujar Fia saat ditemui di salah satu agen di Cilandak, Minggu (19/4/2026).

Fia menyebutkan, kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada pengeluaran dapur.

Dalam sebulan, keluarganya bisa menghabiskan satu tabung Bright Gas 12 kg.

“Kalau naiknya Rp 30.000 lebih kan lumayan banget. Bisa buat kebutuhan lain,” ucap dia.

Selama ini, Fia memilih Bright Gas karena dianggap lebih aman dan praktis untuk kebutuhan bulanan.

Namun, jika harga terus naik, ia tidak menutup kemungkinan beralih ke tabung 3 kg, meski merasa kurang nyaman karena itu merupakan barang subsidi. Hal serupa disampaikan Yadhi (41), warga Pasar Minggu.

Baca juga: Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik, Agen: Pelanggan Ngeluh Mahal tapi Tetap Beli

Ia mengatakan kenaikan harga membuatnya berpikir ulang untuk tetap menggunakan elpiji nonsubsidi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Kalau naiknya sedikit saya masih oke. Tapi kalau dari Rp 192.000 jadi Rp 228.000, itu naiknya jauh. Saya jadi mikir, apa lebih baik pakai yang 3 kg saja buat sementara,” ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Susunan Upacara Hari Kartini 2026 di Sekolah, Kantor, dan Instansi
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Mentan Amran: Indonesia Stop Impor Solar 1 Juli 2026
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
10 Password Paling Gampang Dibobol Maling, Jangan Dipakai!
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rupiah Lagi Lemas, Ternyata Faktor Domestik Ikut Nahan Pergerakan
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Halo Dayak HRX Sabet Dua Juara di Kejurnas Semarang
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.