TABLOIDBINTANG.COM - Suasana khidmat menyelimuti peringatan 40 hari wafatnya Vidi Aldiano yang digelar di Masjid Nurul Hidayah, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4) malam. Acara ini dihadiri keluarga, sahabat, serta sejumlah tokoh, termasuk Habib Jafar yang turut memberikan tausiah.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Jafar mengulas kenangan kebersamaannya dengan almarhum. Ia menilai Vidi sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap orang-orang di sekitarnya, terutama sahabat dekat.
"Iya, karakter utama Vidi itu kan adalah selalu hadir bagi siapa saja yang ia ingin hadir. Siapa saja orang-orang yang ingin Vidi hadir, dia mencoba untuk hadir, terlebih untuk sahabat-sahabatnya," kata Habib Jafar.
Menurutnya, sikap itu membuat Vidi dikenal luas sebagai figur yang lekat dengan pertemanan. Ia bahkan menyebut julukan “Duta Persahabatan” melekat pada diri Vidi karena kedekatannya dengan banyak orang.
"Nah, karena semasa hidupnya Vidi selalu hadir bagi banyak orang sehingga dikenal sebagai Duta Persahabatan, maka ketika beliau wafat itu, mestinya selalu hadir di momen-momen terpenting dalam hidup beliau," lanjutnya.
Ia menjelaskan, bentuk kehadiran tersebut kini diwujudkan melalui doa bersama, termasuk tahlil 40 hari yang digelar untuk mendoakan almarhum.
"Yaitu ketika beliau sudah wafat, yaitu dengan kehadirannya sebagaimana diajarkan dalam Islam seperti yang kita bikin saat ini, yaitu tahlil 40 hari di antaranya bersama mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.
Habib Jafar juga menilai banyaknya pelayat yang hadir merupakan cerminan dari kebaikan Vidi semasa hidup. Baginya, doa yang terus mengalir menjadi balasan atas sikap tulus almarhum kepada orang lain.
"Ini sebenarnya balasan dari apa yang telah ditanam oleh Vidi, bahwa beliau itu selalu hadir bagi khususnya sahabat-sahabatnya, sehingga ketika beliau sudah wafat, kita yang hadir untuk beliau dalam ziarah, dalam tahlil, ataupun dalam doa," ungkapnya.
Ia turut menceritakan awal perkenalannya dengan Vidi yang terjadi sekitar tiga hingga empat tahun sebelum wafat. Pertemuan itu terjadi saat keduanya kerap berada dalam satu lokasi syuting.
"Saya sebenarnya baru mengenal tiga, empat tahun sebelum beliau wafat. Itu pun karena beliau punya program di Vidi.co dan saya juga sering syuting di sana, jadi sering ketemu di sela-sela syuting," jelasnya.
Lebih lanjut, Habib Jafar menggambarkan Vidi sebagai pribadi hangat yang tetap tegar meski tengah berjuang melawan penyakit. Ia mengaku terkesan dengan sikap Vidi yang tetap berusaha membawa kebahagiaan bagi orang lain.
"Beliau sosok yang hangat, kemudian di tengah beratnya hidup Vidi, dengan rasa sakit di tubuhnya, dengan bayangan sakit yang sulit untuk disembuhkan pada saat itu, tapi Vidi itu tetap senyum dan membuat senyum orang lain. Itu sesuatu yang memukau," tuturnya.
Ia bahkan mengibaratkan Vidi sebagai pribadi yang rela menahan rasa sakit demi orang lain.
"Dia seolah-olah menjadi martir yang merelakan rasa sakit yang dia rasakan untuk dikonsumsi diri sendiri, tapi kepada orang lain dia seolah-olah baik-baik saja," katanya.




