IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Pekan Ini, Cek Saham Berpotensi Cuan

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam fase konsolidasi yang cenderung fluktuatif (sideways volatile) pada pekan ini, 20-24 April 2026.

IHSG Diprediksi Bergerak Fluktuatif pada Pekan Ini, Cek Saham Berpotensi Cuan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak dalam fase konsolidasi yang cenderung fluktuatif (sideways volatile) pada pekan ini, 20-24 April 2026. 

Dominasi sentimen geopolitik Timur Tengah serta arah kebijakan moneter domestik menjadi faktor utama yang akan menyetir arah pasar.

Baca Juga:
Waspadai Gelombang hingga 4 Meter di Beberapa Perairan Indonesia

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi mengatakan meskipun IHSG sempat menguat signifikan ke level 7.634 atau naik 2,35 persen pada pekan lalu, aliran dana asing (foreign flow) justru mencatatkan distribusi atau aksi jual bersih sebesar Rp2,4 triliun.

Imam memproyeksikan IHSG akan menguji level-level teknikal penting guna menentukan arah tren selanjutnya. Area 7.773 dipetakan sebagai hambatan terdekat, sementara level 7.308 menjadi bantalan penopang jika tekanan pasar meningkat.

Baca Juga:
Percepat Pemanfaatan Energi Terbarukan, Kementan Kembangkan Biodiesel untuk Alsintan

"Secara teknikal, area 7.773 menjadi resistance terdekat yang cukup krusial, dimana jika berhasil ditembus bisa membuka ruang kenaikan lanjutan. Namun selama masih tertahan, potensi pullback tetap perlu diwaspadai. Sementara itu, level 7.308 menjadi support penting yang akan menjadi penopang apabila terjadi tekanan, terutama jika ada sentimen negatif dari global," kata Imam dalam risetnya, Senin (20/4/2026).

Imam menambahkan bahwa pergerakan IHSG kemungkinan besar masih akan tertahan dalam rentang tersebut karena pasar cenderung reaktif terhadap setiap perkembangan informasi eksternal yang bersifat sulit ditebak (unpredictable).

Baca Juga:
Dulunya Terpaksa Kerja di Bengkel, Remaja Ini Kini Sekolah Gratis di Sekolah Rakyat

Ketidakstabilan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi 20 persen distribusi minyak dunia, telah mendorong harga minyak mentah Indonesia (ICP) melonjak hingga USD102 per barel. Kondisi fundamental yang ketat akibat menipisnya cadangan minyak di hub utama global diprediksi akan menjaga harga energi tetap tinggi secara struktural.

"Kalau kita tarik ke faktor global, memang sentimen utamanya masih didorong oleh dinamika geopolitik, khususnya konflik antara AS vs Iran. Situasinya cenderung tidak stabil, bahkan dalam waktu yang sangat dekat kita melihat perubahan narasi yang cepat, sempat ada pernyataan bahwa Selat Hormuz dibuka, tapi kemudian muncul lagi laporan gangguan hingga adanya tembakan terhadap kapal," ujar Imam.

Baca Juga:
AS Sita Kapal Kargo Iran, Teheran Bersumpah Akan Membalas

Dari dalam negeri, perhatian utama tertuju pada keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan tingkat suku bunga guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan eksternal.

"BI kemungkinan masih akan tetap menjaga suku bunga acuan di 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi yang masih terkendali. Pasar juga akan mencermati tone kebijakan ke depan, terutama apakah ada perubahan sikap dalam merespons tekanan eksternal yang meningkat," kata Imam.

Berikut rekomendasi IPOT pekan ini.

1. Buy PGEO (Entry: 1035-1045, Target Price (TP): Rp1.105-1.115, Stop Loss (SL):


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Minta Aparat Tindak Tegas Tawuran Tanah Abang
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari Spiritual ke Ilmiah, Mbah Mijan Tempuh Studi Akupunktur ke Tiongkok
• 18 jam laludisway.id
thumb
Persib Bakal Menjalani Duel Sengit di Kandang Dewa United, Bojan Hodak: Kami Wajib Fokus 90 Menit
• 23 jam lalubola.com
thumb
Man City Selangkah Lagi Salip Arsenal, Erling Haaland: Kami Harus Jaga Fokus
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
LeBron dan Bronny James Ukir Sejarah, Jadi Duet Ayah-Anak Pertama di Playoff NBA
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.