HARIAN FAJAR, MADRID – Real Madrid menghadapi musim 2025-2026 yang penuh tantangan dan ancaman tanpa gelar. Padahal mereka memiliki skuad dengan pemain top dan pelatih potensial. Kini manajemen mulai menyiapkan strategi untuk memulangkan pelatih Jose Mourinho. Misinya: demi menghentkan dominasi Barcelona di La Liga dan berkibar di Liga Champions.
Klub raksasa Spanyol ini baru saja tersingkir dari Liga Champions usai kalah dari Bayern Muenchen di perempat final. Tidak hanya itu, bahkan mengalami kekalahan mengejutkan di Copa del Rey oleh Albacete, tim kasta kedua.
Sementara itu, dalam kompetisi La Liga Spanyol, Madrid berada di posisi kedua klasemen dengan 70 poin dari 31 pertandingan, tertinggal sembilan angka dari rival utama mereka, Barcelona. Situasi ini semakin memperburuk reputasi Alvaro Arbeloa yang baru tiga bulan menjabat sebagai pelatih setelah menggantikan Xabi Alonso yang dipecat.
Tekanan Berat pada Pelatih dan Rencana Pemulangan MourinhoArbeloa diyakini tidak akan dipercaya lagi oleh manajemen Real Madrid untuk melanjutkan perannya sebagai nakhoda tim. Laporan dari media Record mengungkapkan bahwa Presiden Madrid, Florentino Perez, berencana memulangkan Jose Mourinho untuk mengambil alih posisi pelatih.
Jose Mourinho, yang saat ini masih terikat kontrak dengan Benfica hingga 2027, menunjukkan ketertarikan untuk kembali ke Madrid. Mantan pelatih asal Portugal ini memiliki kenangan manis bersama Los Blancos selama periode 2010-2013, di mana ia berhasil membawa tiga trofi dan mengubah tim menjadi mesin penghancur di LaLiga.
Warisan Mourinho di Real MadridDi bawah arahan Mourinho, Real Madrid memecahkan rekor poin tertinggi (100 poin) dan gol terbanyak (121 gol) dalam satu musim LaLiga pada musim 2011-2012. Prestasi tersebut menjadi bukti kualitas dan dampak besar yang pernah diberikan oleh Mourinho kepada klub.
Jose Mourinho menilai Real Madrid sebagai klub yang paling banyak meninggalkan kenangan berharga dalam kariernya. “Real Madrid adalah pengalaman terbaik saya atas apa yang saya pelajari sebagai pelatih, juga sebagai pria, karena pelajaran-pelajaran yang saya ambil dalam karier dan kehidupan saya,” katanya.
“Itu adalah kenangan terbaik dari karier saya, itu fantastis,” pungkas Mourinho, menegaskan betapa istimewanya hubungan emosionalnya dengan klub ibu kota Spanyol tersebut.





