JAKARTA, DISWAY.ID - Rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar pada Selasa, 21 April 2026 di Kantor Gubernur Kalimantan Timur menjadi perhatian serius Balikpapan.
Pemerintah kota menilai aksi tersebut berpotensi berdampak pada stabilitas wilayah, terutama terkait mobilitas massa lintas daerah.
Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, yang biasanya diisi dengan berbagai kegiatan bertema pemberdayaan perempuan.
Momentum tersebut diperkirakan akan menarik perhatian luas masyarakat dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur.
BACA JUGA:Polda Kaltim Siaga Jelang Demo 21 April 2026, Aksi Massa di Samarinda Dapat Donasi Tembus Rp20 Juta!
Pemkot Hormati Hak BerpendapatWali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud menegaskan bahwa pemerintah tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Namun, ia mengingatkan agar aksi dilakukan secara tertib dan tetap mengedepankan solusi.
“Silakan menyuarakan aspirasi, itu hak masyarakat. Tapi harus disertai solusi,” ujar Rahmad Mas'ud, dikutip dari network Disway, nomorsatukaltim
Meski aksi dipusatkan di Kantor Gubernur Kaltim, Balikpapan sebagai salah satu kota penyangga utama dinilai memiliki keterkaitan langsung.
Pergerakan massa dari berbagai daerah berpotensi melibatkan warga yang datang dan kembali melalui Balikpapan. Hal ini membuat aspek keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas masyarakat menjadi perhatian utama.
Menurut Rahmad, stabilitas daerah harus tetap dijaga di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya stabil.
“Kita ingin daerah tetap aman dan kondusif. Jangan sampai situasi justru memperkeruh keadaan,” tegasnya.
BACA JUGA:Tradisi Pelepasan Haji di Samarinda, Wali Kota Bekali 1.024 Jemaah Uang Saku Riyal
Imbauan Jaga KetertibanPemerintah Kota Balikpapan juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban serta menghindari potensi konflik di lapangan.
“Kalau menyampaikan pendapat, lakukan dengan aman, tertib, dan lancar,” lanjutnya.
- 1
- 2
- »




