Harga Pertamax Turbo Naik, Forum Konsumen Ingatkan Lonjakan Permintaan BBM Subsidi

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi merupakan kebijakan yang rasional.

Menurut dia, harga BBM nonsubsidi mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia yang dipengaruhi situasi geopolitik di Timur Tengah.

"Namun dengan kenaikan yang signifikan untuk jenis Pertamax Turbo, bisa mendorong perubahan perilaku pengguna," ujar Tulus saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Harga BBM Jabodetabek Hari Ini, Pertamax Turbo Tetap Rp 19.400

"Pengguna Pertamax Turbo bisa turun kelas dengan memilih BBM jenis Pertamax (BBM subsidi) atau jenis lain yang setara," lanjutnya.

Mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu mengatakan fenomena tersebut perlu dimitigasi oleh SPBU Pertamina. Ia menyarankan agar pasokan Pertamax ditambah untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

SPBU, kata dia, perlu memastikan ketersediaan BBM agar tidak terjadi kekurangan di tengah potensi peralihan pengguna.

"Untuk saat ini yang terpenting pasokan tersedia, meningat gejolak di Timur Tengah belum mereda," kata Tulus.

Selain itu, masyarakat juga diimbau mulai berhemat, misalnya dengan menggunakan transportasi umum massal atau bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Tulus menilai kenaikan BBM nonsubsidi saat ini belum berdampak signifikan terhadap ekonomi makro karena jumlah penggunanya relatif kecil. Dampak besar, menurut dia, baru akan terasa jika harga BBM subsidi ikut mengalami kenaikan.

Ia menambahkan, kenaikan harga BBM subsidi tetap memiliki kemungkinan terjadi, meski pemerintah menyatakan akan menjaga stabilitas harga hingga akhir 2026.

"Namun kebijakan ini bisa berubah jika kemampuan fiskal pemerintah makin melemah," katanya.

Baca juga: Ragam Cara Pramono Kurangi Ketergantungan BBM di Jakarta

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi per Sabtu (18/4/2026). Dengan penyesuaian tersebut, harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan signifikan.

Dikutip dari laman resmi Pertamina, Sabtu (18/4/2026), harga Pertamax Turbo naik Rp 6.300 dari sebelumnya Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, harga Dexlite naik Rp 9.400 dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter, dan harga Pertamina Dex meningkat Rp 9.400 dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.

Meski demikian, harga BBM subsidi masih tetap stabil. Pertalite dijual Rp 10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp 6.800 per liter di seluruh wilayah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Membedah Potensi Mitratel (MTEL), Diuntungkan Ekspansi FWA
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Kronologi Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara Maluku Tenggara, Dua Pelaku Diringkus dalam Waktu Singkat
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Andik Vermansah Bicara Soal Peran Senior di Tim, Pilih Rangkul Pemain Muda dengan Cara yang Tak Biasa
• 12 jam lalubola.com
thumb
Lokasi dan Jadwal UTBK UNP 2026, Ada Layanan Antar Gratis Bagi Peserta Ujian
• 1 jam laludisway.id
thumb
[FULL] Dosen HI & Pakar Timur Tengah Soroti AS-Iran Tarik Ulur Selat Hormuz, Situasi Makin Panas?
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.