jpnn.com, JAKARTA - Ketua Bidang Kampanye Positif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Edi Suhardi menilai industri kelapa sawit memegang peranan krusial sebagai motor penggerak perekonomian nasional.
Selain kontribusi devisa, sektor ini dinilai memiliki dampak nyata pada penguatan struktur sosial di berbagai wilayah Indonesia.
BACA JUGA: Herman Deru Tekankan Peran Strategis Andalas Forum VI Dorong Kemajuan Industri Sawit
Edi mengungkapkan luasnya cakupan industri tersebut telah menciptakan lapangan pekerjaan dalam skala besar.
"Selain manfaat ekonomi, industri sawit ini memberi manfaat terhadap bidang sosial ekonomi dengan penciptaan lapangan kerja baik secara langsung maupun tak langsung sebanyak 17 juta jiwa," ujar Edi dikutip dari keterangan pers, Senin (20/4).
BACA JUGA: Potensi Ekonomi Sirkular untuk Menjadikan Industri Sawit Nihil Limbah
Edi menyatakan kehadiran perkebunan sawit juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi ekonomi di tingkat daerah.
Dia mengeklaim dampak ini dirasakan langsung para petani swadaya, pelaku UMKM, serta masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah operasional perusahaan.
BACA JUGA: SPKS Desak Pemerintah Menaikkan DBH Sawit, Jangan Cuma Habis untuk Subsidi Biodiesel
"Kalau bicara tentang perkebunan sawit, biasanya lokasi sawit ini berada di daerah yang sangat terisolir. Perusahaan itu harus membangun jalan dan infrastruktur untuk membuka akses ke lokasi perkebunan. Selain itu, perusahaan sawit membangun fasilitas pendukung untuk masyarakat," ujarnya.
Melihat capaian tersebut, Gapki meyakini sektor ini memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi hijau di masa depan.
Pengembangan industri diharapkan makin berorientasi pada keseimbangan antara profitabilitas dan kelestarian alam.
Edi juga mendorong adanya penguatan sinergi antara pelaku usaha dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Kerja sama ini dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas dampak kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia secara luas.
"Industri sawit telah membuka peluang baik itu pembangunan daerah maupun nasional. Dengan kehadiran industri sawit, masyarakat makin berkembang, kemiskinan berkurang, dan tingkat kesejahteraan masyarakat membaik," tuturnya.
Dari aspek lingkungan, industri sawit kini makin mengadopsi prinsip ekonomi berkelanjutan.
Perkebunan sawit diklaim memiliki fungsi sebagai penyerap karbon (carbon sink), sementara limbah produksinya mulai diolah menjadi produk hilir yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi.
"Industri sawit ini mendapat dorongan praktik keberlanjutan dari pemerintah melalui ISPO dan dari pasar melalui RSPO. Kami memiliki komitmen untuk tidak melakukan deforestasi," pungkas dia. (mcr31/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Biochem Tampilkan Inovasi Penyerbukan Sawit di Andalas Forum 2026
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




