Minyak Dunia Meroket, Blokade Hormuz Jadi Pemicu Utama

celebesmedia.id
2 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan tajam pada perdagangan Senin (20/4/2026). 

Menurut data Refinitiv per pukul 09.50 WIB, harga Brent berada di 94,99 dollar AS per barel, melonjak 5,10% dibanding penutupan Jumat (17/4/2026) di 90,38 dollar AS per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik lebih tinggi, menyentuh 88,77 dollar AS per barel, terbang 5,87% dari posisi sebelumnya 83,85 dollar AS.

Kenaikan ini terjadi setelah pasar mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa hari terakhir, terutama terkait situasi di Selat Hormuz. 

Mengutip Tribunnews, harga minyak sempat anjlok lebih dari 9 persen pada Jumat (17/4/2026) setelah Iran menyatakan akan membuka kembali jalur tersebut untuk aktivitas komersial.

Namun, keputusan itu berubah drastis. Teheran kembali menutup akses dan bahkan menembaki beberapa kapal pada Sabtu (18/4/2026), setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan.

Pada Minggu (19-4), Trump juga menyatakan bahwa AS telah menyerang dan menyita kapal kargo berbendera Iran yang diduga mencoba menerobos blokade. Sebagai respons, komando militer Iran bersumpah akan melakukan pembalasan.

Situasi ini memicu kekhawatiran baru di pasar global. Kenaikan harga minyak pada Minggu menghapus sebagian besar penurunan yang terjadi sebelumnya, sekaligus menandakan meningkatnya ketidakpastian terkait distribusi minyak dari kawasan Timur Tengah.

Konflik yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran kini telah memasuki minggu kedelapan dan disebut sebagai salah satu krisis energi global terburuk dalam beberapa dekade terakhir. 

Negara-negara di Asia dan Eropa menjadi pihak yang paling terdampak karena ketergantungan tinggi pada pasokan minyak dari Teluk.

Kenaikan harga bahan bakar seperti bensin, solar, dan avtur pun mulai dirasakan secara luas, memengaruhi sektor bisnis hingga konsumen global.

Dilansir AP News, harga minyak mentah telah berfluktuasi drastis sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. 

Sebelum konflik, harga minyak berada di kisaran 70 dolar AS per barel, sempat melonjak hingga di atas 119 dolar, dan ditutup pada Jumat di level 82,59 dolar untuk minyak AS serta 90,38 dolar untuk Brent.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas PRR Kebut Pemulihan Infrastruktur, Prioritaskan Ketahanan Potensi Bencana
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo di Retret Ketua DPRD: Partai Politik Boleh Beda, tapi Harus Cinta Tanah Air
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Konflik Israel-Hizbullah Memanas, DPR RI Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan 934 WNI di Lebanon
• 2 jam lalumatamata.com
thumb
Tentara UNIFIL Perancis Gugur di Lebanon, RI: Tak Dapat Diterima
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Dua Demo Digelar Serentak di Jakarta Hari Ini, Sejumlah Ruas Jalan Berpotensi Macet
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.