Iran Kembali Menutup Selat Hormuz, Trump Gelar Rapat Situasi di Ruang Krisis Gedung Putih

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Iran sempat mengumumkan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata. Data pelacakan pelayaran menunjukkan bahwa pada 18 April, setidaknya delapan kapal tanker minyak dan kapal pengangkut gas berhasil melewati jalur perdagangan penting ini. Namun tak lama kemudian, Iran kembali menutup selat tersebut. Menanggapi situasi ini, Presiden AS Donald Trump menggelar rapat darurat di Ruang Situasi Gedung Putih bersama para pejabat tinggi untuk membahas krisis terbaru.

Pembukaan singkat: 8 kapal berhasil melintas

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), berdasarkan data dari lembaga pelacakan pelayaran Kpler, setelah Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz pada 17 Apri sorel, pada 18 April terdapat:

Data dari situs pelacakan kapal MarineTraffic juga menunjukkan beberapa kapal tanker minyak mentah sempat mendekati Selat Hormuz, namun berbalik arah di dekat Pulau Larak. Pulau ini menjadi titik pemeriksaan bagi kapal yang ingin keluar dari Teluk Persia selama masa penutupan oleh militer Iran.

IRGC: Selat ditutup sampai AS mencabut blokade pelabuhan Iran

Namun demikian, angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada 18 April kemudian mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup mulai malam hari hingga Amerika Serikat mencabut pembatasan terhadap pelabuhan Iran.

Pernyataan IRGC menegaskan bahwa: Setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap bekerja sama dengan pihak musuh, dan kapal yang melanggar perintah akan menjadi target serangan.

Mereka juga memperingatkan bahwa semua kapal tidak diizinkan meninggalkan posisi jangkar mereka di Teluk Persia maupun Laut Oman.

Sebelumnya, CNN melaporkan seorang pejabat tinggi Iran menyebutkan bahwa Teheran mungkin memprioritaskan kapal yang membayar biaya tertentu untuk melintas, sementara kapal yang tidak membayar akan ditunda.

Trump gelar rapat di Ruang Situasi Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump pada pagi 18 April mengadakan rapat di Ruang Situasi Gedung Putih. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain:

Menurut laporan Axios, situasi antara AS dan Iran saat ini berada pada titik kritis. Perjanjian gencatan senjata yang berlaku diperkirakan akan berakhir dalam tiga hari, sementara kedua pihak belum menetapkan jadwal perundingan berikutnya.

Seorang pejabat tinggi AS menyatakan bahwa jika tidak ada terobosan dalam waktu dekat, konflik militer bisa kembali pecah dalam hitungan hari.

Axios juga menyebutkan bahwa sebelumnya kedua pihak sempat membuat kemajuan dalam memperkecil perbedaan terkait pembatasan pengayaan uranium dan stok uranium Iran, namun ketegangan kembali meningkat setelah situasi di Selat Hormuz memburuk. (Hui)

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Dosen HI & Pakar Timur Tengah Soroti AS-Iran Tarik Ulur Selat Hormuz, Situasi Makin Panas?
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Lanjutkan Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu, Pramono Siapkan PPSU Khusus
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polres Bondowoso Tangkap Dua Penimbun 1 Ton BBM Subsidi
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Foto: Banjir Rob Rendam Permukiman, Warga Demak Bertahan di Tengah Genangan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Selain Pelecehan Seksual, Kakak Jisoo BLACKPINK Dituding Lakukan KDRT ke Istri
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.