Pemerintah tengah menggodok Peraturan Presiden atau Perpres mengenai pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP.
Langkah ini diambil guna memastikan pengelolaan ekonomi di tingkat desa dilakukan secara profesional dengan melibatkan potensi lokal secara maksimal.
Sebelumnya, pemerintah juga sudah membuka proses rekrutmen melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) bagi 35.476 orang yang nantinya akan mengelola Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
“Peraturan Presiden tentang pengadaan SDM, sumber daya manusianya (sedang disiapkan), tapi yang kita sedang matangkan untuk kita buat adalah Instruksi Presiden tentang operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Menkop Ferry Juliantono ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta pada Senin (20/4).
Meskipun proses rekrutmen manajer telah berjalan melalui Panitia Seleksi Nasional, Ferry menegaskan bahwa unsur pengurus dan masyarakat desa tetap akan dilibatkan secara aktif. Mereka akan diberikan kesempatan untuk mengisi berbagai posisi strategis di dalam struktur koperasi masing masing wilayah.
"Nanti ada dari desa juga kita akan melibatkan pengurus operasi desa yang sudah ada, mereka untuk kita buka kesempatan untuk menjadi pekerja karyawan di Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih," tutur Ferry.
Kasir hingga Sopir
Selain unsur desa, Ferry juga menjelaskan posisi non manajer dapat diisi oleh unsur Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
“Penerima manfaat juga bisa membantu menjadi karyawan pekerja yang sifatnya kasir, sekuriti, keuangan, sopir, dan lain sebagainya,” kata Ferry.
Sementara itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa secara teknis satu KDMP membutuhkan 17 posisi di luar manajer.
“Sesuai dengan di struktur itu ada 17, di luar manajer. Jadi 1,56 juta orang desa dapat pekerjaan baru,” ujarnya ditemui di Kantor Kemenko Pangan.
Pendaftar Tembus 300.000
Terkait pendaftar untuk posisi manajer KDMP dan Kampung Nelayan Merah Putih, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkap jumlahnya sudah lebih dari 300.000 pelamar. Adapun untuk posisi tersebut hanya dibuka untuk 35.476 orang.
“Jadi yang sudah daftar totalnya 383.830. Bahwa ini kita nyatakan memang pendaftarannya terbuka, transparan, jujur dan tidak ada yang menjamin-jamin bisa diterima, ya terbuka apa adanya saja,” kata sosok yang akrab disapa Zulhas itu.
Wakil Kepala BP BUMN, Tedi Bharata, belum menjelaskan detail besarannya. Namun, gaji akan diberikan sesuai aturan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
“Nah kalau untuk gajinya, karena sudah disampaikan bahwa ini PKWT, PKWT kan ada aturannya, kita enggak bisa ngasal memberikan gaji. Jadi don't worry,” ujarnya ditemui di tempat yang sama.
Sedangkan terkait sumber gaji, Tedi menjelaskan nantinya akan berasal dari pemerintah tanpa memberikan detailnya. Namun, gaji manajer tersebut dipastikan bukan dari dana pinjaman untuk KDMP sebesar Rp 3 miliar per unitnya.
“Dari pemerintah, bukan (mengambil sumber Rp 3 miliar),” kata Tedi.





