Soroti Kasus SMAN 1 Purwakarta, Dedi Mulyadi Tekankan Pendidikan Karakter

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Harry Rahmadani

TVRINews, Purwakarta

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyoroti kasus aksi tidak terpuji sejumlah siswa SMA Negeri 1 Purwakarta yang viral di media sosial karena meledek dan tidak menghormati guru.

Dalam video yang beredar, para siswa terlihat mengacungkan jari tengah kepada seorang guru perempuan. Bahkan, terdapat siswa lain yang berpura-pura membelai kepala guru saat kegiatan sekolah berlangsung. Aksi tersebut menuai kecaman publik dan menjadi perhatian berbagai pihak.

Dedi Mulyadi mengaku prihatin atas kejadian tersebut yang dinilai mencoreng dunia pendidikan. Ia menyebut telah menerima laporan kronologi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat terkait insiden tersebut.

"Peristiwa ini menjadi perhatian serius. Dunia pendidikan harus dijaga marwahnya, termasuk sikap hormat siswa kepada guru," ujar Dedi melalui akun Instagramnya @dedimulyadi71, dikutip Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, langkah penanganan tidak cukup hanya dengan pemberian sanksi berupa skorsing. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam proses pembinaan siswa yang terlibat.

Dedi mengungkapkan, para siswa telah dijatuhi sanksi skorsing selama 19 hari. Namun, ia mendorong agar hukuman tersebut dilengkapi dengan kegiatan yang bersifat edukatif.

"Saya menyarankan agar sanksi tidak hanya skorsing, tetapi juga bersifat pembinaan karakter. Misalnya, siswa diberi tugas membersihkan lingkungan dan toilet sekolah setiap hari selama satu bulan atau lebih, sesuai tingkat pelanggaran," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa setiap sanksi harus memiliki nilai pendidikan agar dapat membentuk perilaku siswa ke arah yang lebih baik, tanpa menghilangkan hak mereka untuk tetap memperoleh pendidikan.

"Hukuman harus memberi manfaat bagi pembentukan karakter. Anak-anak tetap perlu dibina tanpa menghilangkan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan," tegasnya.

Sementara itu, pihak sekolah telah menjatuhkan sanksi kepada sembilan siswa yang terlibat dan memanggil orang tua masing-masing untuk dilakukan pembinaan. Salah satu siswa juga telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada guru dan masyarakat atas tindakan tersebut.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Gelar Simulasi Pengamanan Demo Hari Buruh di Banten
• 3 jam laludetik.com
thumb
Konflik Israel-Hizbullah Memanas, DPR RI Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan 934 WNI di Lebanon
• 4 jam lalumatamata.com
thumb
Pernikahan Siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi Tak Ada Bukti dan Saksi, Wardatina Mawa Beri Reaksi Menohok: Allah Maha Tahu
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Ditahan Vietnam, Kurniawan Beberkan Masalah Serius Timnas Indonesia U-17
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Febrio Nathan Kacaribu Resmi Diangkat Jadi Komisaris BNI
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.