AS Hancurkan Kapal yang Diduga Selundupkan Narkoba di Karibia, 3 Orang Tewas

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Washington: Militer Amerika Serikat (AS) mengaku telah menyerang sebuah kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di kawasan Karibia, berujung pada tewasnya tiga orang.

Komando Selatan Amerika Serikat (USSOUTHCOM), menyatakan serangan tersebut terjadi pada Minggu,19 April 2026 dan menargetkan kapal yang dioperasikan oleh organisasi yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris. Namun, pihak militer tidak menyebutkan nama kelompok tersebut maupun memberikan bukti tambahan.

“Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut bergerak di jalur yang dikenal sebagai rute perdagangan narkotika di Karibia dan terlibat dalam operasi penyelundupan,” demikian pernyataan resmi tersebut, dikutip dari UPI, Senin, 20 April 2026.

Dalam kurun sedikit lebih dari satu pekan, operasi serupa yang dilakukan SOUTHCOM telah menewaskan 17 orang dalam enam serangan, menjadikannya salah satu periode paling mematikan dalam operasi anti-penyelundupan narkoba yang dijalankan pemerintahan Presiden Donald Trump selama beberapa bulan terakhir.

Rekaman berdurasi 12 detik yang dirilis di media sosial menunjukkan sebuah kapal melintas di laut sebelum lenyap dalam ledakan besar.

Sejak serangan pertama pada 2 September, militer AS dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 180 orang dan menghancurkan 55 kapal dalam lebih dari 50 operasi serupa.

Trump menilai penggunaan kekuatan militer mematikan tersebut sah, dengan alasan bahwa AS tengah berada dalam “konflik bersenjata” melawan 10 kartel narkoba dan kelompok kriminal yang telah ia tetapkan sebagai organisasi teroris sejak kembali menjabat pada Januari 2025. Tekanan Politik Operasi ini menuai kecaman luas dari kalangan Demokrat, kelompok hak asasi manusia, serta pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang mempertanyakan legalitas penggunaan militer untuk penegakan hukum terhadap narkotika.

Pelapor khusus PBB untuk kontra-terorisme dan hak asasi manusia, Ben Saul, mengkritik keras kebijakan tersebut dengan menyebutnya sebagai “perang semu terhadap apa yang disebut sebagai narkoterorisme.”

“Serangkaian pembunuhan di luar proses hukum ini secara serius melanggar hak untuk hidup, yang berlaku lintas batas negara,” ujarnya pada 13 Maret.

Ia menambahkan bahwa serangan tersebut tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk pembelaan diri nasional, karena kapal yang disasar tidak melakukan serangan bersenjata terhadap Amerika Serikat.

“Perdagangan narkoba adalah kejahatan, bukan perang,” tegasnya.

Tekanan politik juga meningkat di dalam negeri. Sejumlah anggota Partai Demokrat, dipimpin oleh anggota DPR John Larson, mengajukan enam pasal pemakzulan terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Salah satu pasal tersebut menuduh Hegseth melanggar hukum konflik bersenjata dengan memerintahkan serangan terhadap kapal di Karibia.

Larson menilai langkah tersebut sebagai penyalahgunaan jabatan, karena menggunakan militer untuk melakukan operasi yang seharusnya menjadi ranah penegakan hukum sipil.

Baca juga:  AS Serang Kapal yang Diduga Membawa Narkoba di Pasifik, 4 Orang Tewas


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia Ditahan Imbang 0-0 oleh Vietnam di Piala AFF U-17
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Iran Buka Kembali Penerbangan Internasional Bandara Mashhad Besok
• 21 jam laludetik.com
thumb
5 Orang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual Guru Ngaji di Puncak Bogor
• 19 jam laludetik.com
thumb
Peringatan Dini BMKG Jabodetabek 21 22 April 2026: Bogor Berstatus Awas Hujan Ekstrem
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Pencuri Menyamar Jadi Jemaah Salat Subuh, Motor Warga Raib di Area Masjid Surabaya
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.