HARIAN FAJAR, MAKASSAR –– Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia timur. Hal tersebut disampaikan dalam agenda Media Visiting LPS yang digelar di harian Fajar, Graha Pena Lantai 4, Makassar, Senin (20/4/2026).
Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III (Sulampua), Fuad Zaen, menegaskan bahwa peran media sangat penting dalam membantu LPS menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, masih terdapat kesenjangan literasi keuangan yang cukup besar sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk media.
“Kerja sama dengan media sangat dibutuhkan. Tugas kami adalah meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Karena itu, kami juga mengundang tim Humas dari pusat untuk memberikan perhatian lebih kepada awak media, termasuk Fajar Group,” ujarnya.
Fuad menjelaskan, LPS telah beberapa kali berkolaborasi dengan jurnalis, baik dari Fajar Group maupun media lainnya. Namun, tantangan terbesar adalah memperkenalkan LPS di kawasan Indonesia timur yang wilayahnya sangat luas.
“Kantor kami memang di Makassar, tetapi cakupan wilayah hingga Ambon. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau masyarakat secara merata,” jelasnya di hadapan para direksi dan pemimpin redaksi Fajar group.
Dalam kesempatan tersebut, LPS juga mengajak media untuk terlibat dalam diskusi bersama (round table discussion) guna memperkuat sinergi ke depan. Dukungan pemberitaan dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait fungsi dan peran LPS.
Fuad menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir menyimpan uang di bank karena simpanan dijamin oleh LPS hingga maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank.
“Selama simpanan kurang dari Rp2 miliar, masyarakat aman. Namun, ada syarat 3T yang harus dipenuhi, yaitu tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi bunga penjaminan LPS, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank,” paparnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua produk keuangan dijamin LPS. Hanya simpanan seperti tabungan, giro, dan deposito di bank yang termasuk dalam penjaminan.
“Kalau ada lembaga yang menawarkan simpanan tetapi bukan bank, maka tidak dijamin LPS. Begitu juga produk di bank yang bukan berbentuk simpanan, itu juga tidak termasuk jaminan,” tegasnya.
Menurut Fuad, edukasi yang masif diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat, dari yang sebelumnya menyimpan uang di rumah menjadi menabung di bank.
“Setelah tahu ada yang menjamin, masyarakat diharapkan memindahkan simpanannya ke bank,” tambahnya.
Selain itu, LPS juga telah melakukan edukasi ke kalangan mahasiswa, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Fajar (Unifa).
Sementara itu, Direktur Utama PT Media Fajar Indonesia, Faisal Palapa, menyambut baik kolaborasi yang terjalin dengan LPS. Ia menyebutkan ada berbagai peluang sinergi yang dapat dikembangkan ke depan.
“Pertama dari sisi publikasi, kita bisa menghadirkan liputan khusus, rubrik di media online, maupun konten di media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Kedua melalui pendekatan event,” ujarnya.
Faisal menambahkan, kerja sama antara FAJAR Group dan LPS selama beberapa tahun terakhir sudah berjalan cukup kuat, termasuk dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Ia juga menyoroti potensi kolaborasi di segmen pelajar dan mahasiswa. Saat ini, Fajar Group memiliki sejumlah agenda try out yang menyasar ratusan pelajar di Makassar, serta kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi negeri.
“Ada sekitar 500 pelajar yang kami sasar. Dalam kegiatan ini, bisa dimasukkan sesi khusus literasi keuangan dari LPS. Selain itu, bersama Unifa dan Nitro, kita juga bisa mengembangkan riset melalui Fajar Litbang Indonesia,” jelasnya.
Melalui sinergi ini, diharapkan edukasi literasi keuangan dapat menjangkau lebih luas lapisan masyarakat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem perbankan di Indonesia. (uca)





