TABLOIDBINTANG.COM - Aktris peraih Oscar Charlize Theron akhirnya buka suara tentang malam kelam saat ibunya menembak sang ayah setelah diduga mencoba membunuh mereka.
Dalam wawancara terbaru dengan The New York Times yang terbit akhir pekan lalu, Theron berbicara jujur mengenai pengalaman traumatis tersebut. Ia mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk menceritakan kisah ini ke publik. “Saya pikir hal-hal seperti ini perlu dibicarakan karena bisa membuat orang lain merasa tidak sendirian. Saat itu terjadi pada kami, saya pikir hanya kami yang mengalaminya. Sekarang, saya tidak lagi dihantui oleh kejadian ini,” ujarnya.
Kini berusia 50 tahun, Theron mengenang peristiwa yang terjadi saat dirinya baru berusia 15 tahun. Ia menceritakan bahwa ibunya, Gerda Jacoba Aletta Martiz, baru pulang dari mengunjungi kerabat ketika ketegangan dengan ayahnya, Charles Theron, memuncak.
Menggambarkan situasi saat itu, Theron mengatakan dirinya sudah merasakan firasat buruk bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi.
Menurut Theron, ayahnya “mendobrak masuk ke dalam rumah” dan menembak melalui pintu baja untuk masuk, seolah menegaskan niatnya. “Pesannya sangat jelas: ‘Aku akan membunuh kalian malam ini. Kalian pikir aku tidak bisa masuk? Lihat saja. Aku akan ke brankas dan mengambil senapan,’” kenangnya.
Theron juga mengisahkan detik-detik ketika ibunya mengambil tindakan. Ia menyebut ayahnya dan seorang pria lain yang berada di lokasi ikut tertembak. “Pria itu berlari menyusuri lorong, dan ibu saya menembakkan satu peluru yang memantul berkali-kali hingga mengenai tangannya. Itu hal yang sulit dijelaskan. Lalu ibu saya mengejar ayah saya, yang saat itu sedang membuka brankas untuk mengambil senjata lain, dan menembaknya,” ujarnya.
Pihak berwenang kemudian menyatakan insiden tersebut sebagai tindakan pembelaan diri, sehingga Gerda Martiz tidak menghadapi tuntutan hukum.
Usai kejadian itu, Theron mengungkapkan bahwa sang ibu tetap berusaha menjalani hidup seperti biasa. Bahkan, keesokan harinya ia tetap diantar ke sekolah.
“Ibu saya hanya berkata, ‘Kita akan lanjut hidup.’ Mungkin bukan cara yang paling sehat, tapi itu berhasil bagi kami,” tutup Theron.



