Eks Petinggi Google Ungkap Pertemuan dengan Nadiem, Tidak Ada Kesepakatan Pakai Chromebook

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Presiden Google Asia Pasifik, Scott Beaumont mengatakan pertemuan dengan Eks Mendikbud Nadiem Makarim pada Februari 2020 tidak ada perjanjian pengadaan kementerian bakal menggunakan produk Google yaitu Chromebook.

Hal ini Scott sampaikan ketika menjadi saksi meringankan untuk Nadiem dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.

“Apakah dalam rapat di bulan Februari (2020), Nadiem memberikan penjelasan bahwa nanti kementerian akan membeli Chromebook dalam jumlah yang banyak?,” tanya penasihat hukum Nadiem, Radhie Noviadi Yusuf dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026).

“Sama sekali tidak,” jawab Scott.

Baca juga: 3 Petinggi Google Jadi Saksi Meringankan Nadiem, Jaksa Keberatan

Scott bersama beberapa saksi lainnya tidak hadir secara langsung di ruang sidang yang berada di Jakarta. Mereka berkumpul di sebuah tempat di Singapura dan mengikuti sidang secara virtual.

Lebih lanjut, Scott mengaku tidak ada kesepakatan apapun antara Google dengan Nadiem terkait dengan imbalan berupa investasi saham.

Scott menjelaskan, rapat pada Februari 2020 merupakan pertemuan awal antara pihak Google, terutama tim Google for Education dengan tim dari kementerian yang dipimpin Nadiem.

“Seingat saya, Februari adalah rapat awal untuk mendiskusikan dengan menteri dan timnya bersama dengan tim dari Google untuk membahas proyek terkait edukasi,” jawab Scott.

Baca juga: Nadiem Minta Hakim Kabulkan Pengalihan Tahanan, Ungkap Kondisi Drop hingga Masuk IGD

Sebagai Presiden dari Google Asia Pasifik periode 2019-2024, Scott menjelaskan, dia bertugas untuk mendukung kepentingan Google pada kawasan Asia Pasifik.

Dia sering diundang untuk bertemu dengan pihak pemerintah untuk membahas beberapa hal.

“Saya sering diundang oleh tim lokal atau bahkan pihak kementerian sendiri untuk mewakili Google,” kata Scott.

Baca juga: Nadiem Minta Maaf Kurang Sowan dan Tak Paham Politik Saat Jadi Menteri

Berhubung dia baru menjabat pada tahun 2019, Nadiem merupakan salah satu menteri Indonesia pertama yang ditemuinya.

Dalam dakwaan, Nadiem disebutkan pernah bertemu beberapa petinggi Google. Mulai dari Scott Beaumont dulu menjabat President of Google Asia Pacific dan Colin Marson selaku Head of Google for Education, Google Asia Pacific.

Pertemuan Nadiem dengan petinggi perusahaan teknologi ini terjadi pada tahun 2020. Saat itu, pengadaan TIK masih dalam perencanaan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

JPU menduga, pertemuan ini menjadi salah satu persekongkolan Nadiem dengan pihak Google untuk meloloskan produk Chromebook untuk dilakukan pengadaan di kementerian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhub perkuat Terminal 2F Bandara Soetta layani penerbangan haji
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Luthfi Minta Pengusaha Muda Jateng Genjot Kreativitas untuk Buka Lapangan Kerja
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Strategi Askrindo Ikut Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Daerah
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tiba-Tiba Setan Raup 275 Ribu Penonton dalam 3 Hari, Salip 2 Film Indonesia Ini
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
ARTOTEL Harmoni Jakarta Rayakan Hari Kartini dengan Memberdayakan Talenta Anak Disabilitas Tanpa Batas
• 5 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.