Harga CPO Menguat Ikuti Kenaikan Minyak Nabati Global

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia menguat pada perdagangan Senin (20/4/2026), seiring kenaikan harga minyak mentah.

Harga CPO Menguat Ikuti Kenaikan Minyak Nabati Global. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia menguat pada perdagangan Senin (20/4/2026), seiring kenaikan harga minyak mentah serta dukungan dari pergerakan minyak nabati pesaing di pasar global.

Kontrak berjangka (futures) CPO acuan untuk pengiriman Juli di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,76 persen menjadi 4.484 ringgit Malaysia per ton pada jeda perdagangan siang.

Baca Juga:
Latinusa (NIKL) Umumkan Acuan Kurs Dividen, Ini Besarannya

Analis StoneX berbasis di Singapura, Kang Wei Cheang, mengatakan, dikutip Reuters, penguatan ini terutama ditopang oleh kenaikan harga minyak mentah di tengah kembali memanasnya ketegangan di Timur Tengah.

Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas pelayaran di kawasan Teluk dan membantu harga CPO pulih dari penurunan tajam pada akhir pekan lalu.

Baca Juga:
Bahlil: Harga LPG Non-subsidi Bisa Kembali Turun, Ikuti Fluktuasi Pasar Global

Ia menambahkan, pasar Dalian juga menunjukkan pemulihan dari pelemahan sebelumnya sehingga memperkuat sentimen.

Sementara itu, pergerakan minyak kedelai di Chicago Board of Trade cenderung bervariasi, meski mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak mentah.

Baca Juga:
Mau Delisting dan Go Private, Indointernet (EDGE) Tetapkan Harga Tender Offer Segini

Harga minyak dunia sendiri melonjak lebih dari 5 persen, dipicu kekhawatiran runtuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran setelah penyitaan kapal kargo Iran oleh AS. Di saat yang sama, arus lalu lintas di Selat Hormuz masih relatif terhambat.

Kenaikan harga minyak mentah membuat CPO semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik tipis 0,06 persen, sementara kontrak minyak sawitnya menguat 0,34 persen. Adapun minyak kedelai di Chicago tercatat naik 0,81 persen.

Sebagai komoditas yang bersaing di pasar minyak nabati global, pergerakan harga CPO umumnya mengikuti tren minyak kedelai dan produk sejenis.

Di sisi lain, pelemahan ringgit Malaysia sekitar 0,08 persen terhadap dolar AS turut membuat harga CPO menjadi lebih kompetitif bagi pembeli luar negeri.

Dari sisi fundamental, Malaysian Palm Oil Board memperkirakan konsumsi biodiesel berbasis sawit di Malaysia akan meningkat lebih dari 300.000 ton per tahun.

Kenaikan ini sejalan dengan langkah Indonesia sebagai produsen utama dalam meningkatkan mandat pencampuran biodiesel guna menekan ketergantungan pada impor energi. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kantor Kemendagri di Pasar Minggu Jaksel Kebakaran, Lalu Lintas Arah Tebet Padat
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Ogah Berdamai dengan Eks Admin yang Diduga Gelapkan Uangnya, Fuji: Biar Aja Dia Dipenjara!
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Tirta Bhagasasi Terapkan Efisiensi Energi, Layanan Air Bersih Dipastikan Tetap Jalan
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Angga Yunanda di Para Perasuk: Lari Keliling Pohon dan Merayap Bagai Lintah
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Terungkap! Perusahaan Sektor Ini Paling Banyak Minta Restitusi Pajak
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.