Penulis: Salmon
TVRINews, Sulawesi Tenggara
Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara terus mengintensifkan distribusi minyak goreng bersubsidi Minyakita guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di pasaran. Hingga April 2026, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 880 ribu liter.
Distribusi dilakukan secara masif dan terencana ke berbagai daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi serta mencegah terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga.
Kepala Kanwil Perum Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan minyak goreng di tengah meningkatnya permintaan.
“Kota Kendari menjadi wilayah dengan penyaluran terbesar, yakni mencapai sekitar 445 ribu liter yang didistribusikan ke berbagai pasar,” ujar Benhur.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, Bulog telah menetapkan 18 titik penyaluran yang tersebar di kabupaten dan kota. Titik distribusi tersebut mencakup sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Ranomeeto, Pasar Wangi-Wangi, dan Pasar Sentral Laino Raha. Khusus di Kota Kendari, terdapat lima pasar utama yang menjadi fokus distribusi.
Penyaluran juga dilakukan ke pasar-pasar yang terdata dalam sistem pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta pasar tradisional lainnya guna memastikan distribusi merata.
Terkait harga, Bulog menyalurkan Minyakita sesuai ketentuan yang berlaku, dengan harga tebus dari Bulog sebesar Rp14.500 per liter, sementara harga jual mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.
Melalui langkah ini, Bulog berharap ketersediaan minyak goreng tetap terjaga dan harga di pasaran tetap stabil, sehingga kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara dapat terpenuhi dengan baik.
Editor: Redaktur TVRINews





