Nurul Ummaiyah, Mahasiswa Hukum UMI Asal Enrekang Lolos Google Student Ambassador

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Prestasi membanggakan datang dari dunia kampus. Nurul Ummaiyah, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) asal Enrekang, berhasil terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA), sebuah program bergengsi yang diinisiasi oleh Google Indonesia.

Program Google Student Ambassador merupakan ajang seleksi ketat yang menjaring mahasiswa terbaik dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia. Para peserta terpilih berperan sebagai penghubung antara pihak kampus dan Google, sekaligus menjadi motor penggerak literasi digital di lingkungan akademik.

Dalam perannya, GSA tidak hanya menyampaikan informasi terkait teknologi, tetapi juga aktif menginisiasi kegiatan edukatif seperti seminar, workshop, serta membangun kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, mereka turut memberikan umpan balik kepada Google agar pengembangan teknologi semakin tepat guna di dunia pendidikan.

Nurul menjadi salah satu dari sedikit peserta yang berhasil lolos dari proses seleksi yang sangat kompetitif. Dari sekitar 81 ribu pendaftar, hanya sekitar 2 ribu orang yang terpilih. Di Universitas Muslim Indonesia sendiri, ia termasuk dalam empat mahasiswa yang dipercaya menjadi perwakilan.

“Menjadi GSA adalah peluang besar untuk membawa perspektif hukum ke dalam ekosistem digital, sekaligus membantu teman-teman di kampus agar lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi,” ujar Nurul.

Keberhasilan Nurul juga mematahkan anggapan bahwa program ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa dari jurusan teknik atau informatika. Dengan latar belakang Ilmu Hukum, ia membuktikan bahwa kemampuan beradaptasi dan kemauan belajar menjadi kunci utama.

“Saya ingin menunjukkan bahwa hukum juga memiliki peran penting di era digital, karena semua aktivitas tetap harus berlandaskan aturan,” tambahnya.

Dalam menjalankan perannya, Nurul turut menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi secara optimal. Ia menilai masih banyak mahasiswa yang menggunakan mesin pencari hanya untuk kebutuhan dasar, tanpa memanfaatkan fitur yang lebih canggih.

Menurutnya, berbagai layanan Google dapat dimaksimalkan untuk menunjang riset akademik, seperti pengelolaan data dan pencarian referensi ilmiah secara lebih efektif.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan aktivis organisasi, Nurul mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam membagi waktu. Ia menekankan pentingnya menentukan prioritas serta menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.

Menutup pernyataannya, Nurul memberikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejaknya.

“Jangan pernah merasa minder, apalagi jika berasal dari daerah. Kualitas diri ditentukan oleh usaha. Cobalah dulu sebelum mengatakan tidak bisa, dan bangun personalitas yang positif sejak sekarang,” jelasnya. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Exco PSSI: Fadly Alberto Hengga Berpotensi Diskors Setahun Lebih
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Mensos Sebut Prabowo Targetkan Siswa Sekolah Rakyat Capai 100 Ribu di 2027
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Absen di Acara 40 Harian Vidi Aldiano, Keluarga Ungkap Kondisi Sheila Dara
• 2 jam lalucumicumi.com
thumb
Respons Kilat Dedi Mulyadi Usai Dengar Curhatan Siswa Soal Gedung Sekolah yang Jadi Sarang Ular dan Mirip Hutan di Bekasi
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Gol Rabiot Bawa AC Milan Menang Tipis 1-0 atas Hellas Verona
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.