Polda Banten mengungkap korban guru silat cabul di berinisial MY (54) di Waringinkurung, Kabupaten Serang bertambah jadi 11 orang. Para korban kini mengalami trauma psikologis.
"Hingga saat ini, tercatat terdapat 11 anak di bawah umur (status pelajar) yang menjadi korban. Banyak di antaranya mengalami trauma psikologis yang mendalam," kata Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Banten AKBP Irene Missy, Senin (20/4/2026).
"Kasus ini telah berlangsung selama hampir tiga tahun, terhitung sejak Mei 2023 hingga April 2026 di Kecamatan Waringinkurung," lanjut Irene.
Menurut Irene, MY menggunakan posisinya sebagai guru silat untuk memperdaya korban. Ia melakukan tindakan asusila tersebut dengan dalih ritual pembersihan.
"Ritual pembersihan, mengajak korban mengikuti ritual pembersihan badan dan aura. Dalih pengobatan, meminta korban melepas pakaian dengan alasan pengobatan, pemandian, atau pijat," ujarnya.
Irene mengatakan pelaku menggunakan alasan mistis agar para korban mau mengikuti perintahnya. Pelaku menyebut 'perintah buyut' sebagai dasar pelaku melakukan aksinya.
"Manipulasi mistis, menggunakan alasan 'perintah buyut' untuk memaksa korban menuruti keinginannya," ujarnya.
Keponakan Jadi Korban
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Achiles Hutapea mengatakan MY menjadikan rumahnya sebagai padepokan atau tempat latihan silat. Ia biasa melatih anak-anak di kampung sekitar pada hari Minggu.
"Sebelum persetubuhan, yang bersangkutan diiming-imingi mendapat ilmu lebih baik dan akan dimandikan kembang," kata Maruli, Selasa (7/4).
Setelah dimandikan, korban perempuan dibawa ke kamar di dekat kamar mandi. Di kamar tersebut, pelaku memerkosa korban, termasuk keponakannya yang berumur 19 tahun.
"Salah satu korban adalah keponakan pelaku, yang juga tetangga pelaku," kata Maruli.
(aik/eva)





