Manchester City membuka keunggulan pada menit ke-16 melalui aksi Rayan Cherki. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Arsenal mampu menyamakan kedudukan dengan cepat lewat Kai Havertz yang memanfaatkan kesalahan fatal kiper City, Gianluigi Donnarumma.
Laga yang berjalan sengit ini akhirnya ditentukan pada babak kedua. Erling Haaland muncul sebagai pahlawan kemenangan tuan rumah setelah membobol gawang The Gunners pada menit ke-65. Skor 2-1 bertahan hingga laga usai, memberikan angin segar bagi ambisi juara skuad asuhan Pep Guardiola.
Kemenangan ini membuat Manchester City memangkas jarak secara signifikan dengan mengoleksi 67 poin dari 32 laga. Meskipun Arsenal masih berada di posisi teratas dengan 70 poin, mereka telah memainkan 33 pertandingan.
Dengan tabungan satu laga di tangan, City berpotensi besar menyamai perolehan poin tim asal London Utara tersebut dan mengambil alih puncak klasemen.
Berdasarkan data statistik dari Opta, terdapat lima fakta menarik dari hasil pertandingan tersebut:
1. Rayan Cherki Gemilang Cherki menjadi pemain Premier League pertama musim ini yang mencatatkan double digit gol (10) dan assist (14) di semua kompetisi.
2. Rekor Erling Haaland Haaland menjadi pemain kedua yang mampu mencetak gol dalam empat laga beruntun melawan Arsenal asuhan Mikel Arteta, mengikuti jejak Diogo Jota.
3. Pep Guardiola Samai Rekor Ferguson Pep Guardiola selalu menang dalam empat laga Premier League melawan tim pemuncak klasemen ketika Manchester City memulai hari di posisi kedua. Catatan itu menyamai rekor terbanyak kemenangan manajer dalam duel peringkat kedua vs pertama di sejarah kompetisi, sejajar dengan Alex Ferguson.
4. Tren Negatif The Gunners Arsenal menelan empat kekalahan beruntun di kompetisi domestik untuk pertama kalinya di bawah Mikel Arteta. Ini juga menjadi kali pertama sejak Maret 2018 mereka mengalami rentetan hasil seburuk ini, yang kala itu juga termasuk dua kekalahan dari Manchester City.
5. Arsenal Kehilangan Kendali Arsenal telah menelan tujuh kekalahan dari total 55 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Rinciannya cukup mencolok: hanya tiga kekalahan dalam 49 laga pertama, namun empat kekalahan justru datang dalam enam pertandingan terakhir.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





