Bahlil Umumkan Temuan Cadangan Gas Raksasa di Kalimantan Timur

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penemuan cadangan gas bumi raksasa (giant discovery) di Sumur Geliga, Wilayah Kerja Ganal, Kutai, Kalimantan Timur. Temuan hasil kolaborasi dengan perusahaan energi asal Italia, ENI, ini diproyeksikan bakal mendongkrak produksi energi nasional secara signifikan mulai tahun 2028 guna mendukung target swasembada energi Presiden Prabowo Subianto.

“Kami mau mengumumkan sesuatu yang kami anggap penting dan ini merupakan bagian daripada sejarah daripada proses eksplorasi dalam rangka mencari cadangan-cadangan migas di negara kita. ENI baru mendapatkan satu wilayah kerja baru, giant, dari Sumur Geliga yang menghasilkan 5 triliun cubic feet untuk gas, dan kita mendapat kondensat kurang lebih sekitar 300 juta barel minyak ekuivalen,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 20 April 2026.
 

Baca Juga :

Respons Bahlil Terkait Penyesuaian Harga Pertamax

Bahlil menjelaskan, temuan di Sumur Geliga ini akan meningkatkan kapasitas produksi gas nasional dari saat ini 600-700 MMSCFD menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028, bahkan ditargetkan mencapai 3.000 MMSCFD pada 2030. 

Selain gas, produksi kondensat juga diperkirakan menyumbang tambahan 90 ribu barel per hari pada 2028 dan meningkat hingga 150 ribu barel pada 2029-2030.

Menurut Bahlil, tambahan ini menjadi strategi krusial untuk menekan ketergantungan impor minyak mentah (crude) dan memenuhi kebutuhan gas domestik, terutama untuk industri hilirisasi dan petrokimia. 

Pemerintah juga mencatat temuan serupa di Sumur Gula dengan potensi 2 triliun kaki kubik gas, sehingga total cadangan dari dua blok di Kalimantan Timur tersebut mencapai 7 triliun kaki kubik gas.

“Ini adalah strategi untuk bagaimana gas kita tidak kita lakukan impor dari negara manapun. Kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri kita dan gas ini kita akan dorong untuk industri hilirisasi, dan yang kedua ini akan mengurangi impor crude kita dengan penambahan kondensat kurang lebih sekitar 90 sampai 150 ribu barel nanti pada tahun 2030,” jelas Bahlil.


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan kementeriannya kini mengadopsi strategi ofensif dalam mencari potensi migas baru demi mengejar target lifting minyak 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada 2030. 

Saat ini, angka lifting nasional masih berada di kisaran 610 ribu barel per hari. Ia juga membuka peluang pembangunan industri LPG di Kalimantan Timur jika hasil pengecekan laboratorium menunjukkan kualitas gas yang memadai.

“Diharapkan nanti di 2029-2030, apa yang menjadi perintah Bapak Presiden untuk bisa kita mencapai lifting kita di angka 900 ribu sampai 1 juta, dengan ini saya pikir mulai membuahkan hasil. Karena sekarang 610 ribu, 2027 akan naik lagi, kemudian 2028 tambah 90 ribu, kemudian di 2029-2030 akan tambah lagi sekitar 150 ribu barel,” kata Bahlil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bongkar Rumah Tanpa Putusan Pengadilan, Permadi Wahyu Divonis 2,5 Tahun Penjara
• 10 jam lalurealita.co
thumb
10 Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 Cocok Dijadikan Caption di Media Sosial
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Menteri Energi AS Proyeksi Harga Bensin Turun Tapi Bertahan di USD3 per Galon hingga 2027
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Terpengaruh narkoba, anak tiri bunuh ibunya di Tangerang
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
HKTI: Kondisi lapangan buktikan stok beras melimpah, swasembada kuat
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.