Eni Temukan Cadangan Gas Raksasa di Kalimantan Timur

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Eni, perusahaan migas asal Italia, menemukan cadangan gas raksasa di sumur eksplorasi Geliga-1, Blok Ganal, lepas pantai Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Sumur yang dibor hingga kedalaman 5.100 meter ini diperkirakan menyimpan sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat. Penemuan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan, penemuan ini merupakan tonggak sejarah dalam proses eksplorasi migas nasional. Ini menjadi penting di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu, seperti ketegangan di Timur Tengah saat ini.

"Ini adalah bagian dari sejarah proses eksplorasi kita. Konsumsi kita mencapai 1,6 juta barrel per hari (bpd). Sementara produksi lifting kita baru di angka 605.000 bpd tahun 2025. Penemuan ini menjadi strategi agar kita tidak lagi bergantung pada impor gas dan bisa menekan impor crude (minyak mentah)," tutur Bahlil pada konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Cadangan awal di Sumur Geliga-1 yang dibor hingga kedalaman 5.100 meter ini diperkirakan mencapai 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan sekitar 300 juta barrel kondensat, yang akan masuk dalam perhitungan lifting atau produk minyak siap jual. Sumur ini terletak sekitar 70 kilometer dari pesisir Kalimantan Timur.

Selain itu, lokasi Geliga-1 berdekatan dengan Sumur Gula yang memiliki cadangan 2 Tcf gas dan 75 juta barrel kondensat. Dengan demikian, total gas dari dua blok ini mencapai 7 Tcf. Integrasi cadangan dari blok-blok tersebut akan meningkatkan produksi Eni dari saat ini yang hanya 600 - 700 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

"Kita harapkan pada 2028 produksi gas bisa mencapai 2.000 MMscfd, dan di 2030 akan kita kembangkan hingga 3.000 MMscfd. Ini luar biasa," ujar Bahlil.

Terkait minyak bumi, tambahan kondensat diprediksi mulai masuk pasar pada 2028 dengan volume awal sebanyak 90.000 bpd. Selanjutnya, volumenya diperkirakan meningkat menjadi 150.000 bpd pada periode 2029-2030.

Pemerintah berencana mengoptimalkan temuan tersebut untuk mendukung industri hilirisasi di dalam negeri. Bahlil mengaku telah memerintahkan jajaran terkait untuk mengecek kandungan gas C3 (propana) dan C4 (butana) pada temuan tersebut. Campuran C3 dan C4 menjadi bahan baku pembuatan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

"Jika kandungan C3 dan C4 mencukupi, kita akan bangun industri LPG di Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan domestik. Selain itu, pasokan gas ini akan didorong untuk kebutuhan industri petrokimia di Cilegon dan daerah lainnya," kata Bahlil.

Meski memprioritaskan kebutuhan domestik, pemerintah tetap menjaga komitmen ekspor sekitar 28-30 persen dari total produksi untuk menjaga keseimbangan neraca dan kepercayaan pasar internasional.

Terkait rencana pengembangan (POD), menurut Bahlil, beberapa tahapan tender proyek sudah mulai berjalan. "Saya sendiri yang memimpin tim khusus untuk melakukan percepatan ini. Tender kapal dan pipa-pipa sudah jalan agar produksi bisa dimulai tepat waktu di 2028," katanya.

Eni saat ini tengah mengevaluasi opsi pengembangan cepat dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Ini termasuk sinergi dengan Kilang LNG Bontang, milik Badak LNG yang menjadi bagian dari subholding hulu Pertamina.

Secara korporasi, Blok Ganal saat ini dioperasikan oleh Eni (82 persen) bersama Sinopec (18 persen). Aset ini nantinya akan dikontribusikan ke dalam "Searah", perusahaan patungan antara Eni dan Petronas yang diumumkan pada November 2025.

Blok Ganal, tempat sumur Geliga-1 berada, merupakan salah satu dari 19 blok yang akan dimasukkan ke dalam portofolio Searah. Transaksi ini diharapkan rampung pada triwulan II-2026.

Penemuan sumur baru ini menambah deretan kesuksesan Eni di Cekungan Kutai setelah penemuan Geng North pada akhir 2023 dan sumur Konta-1 pada Desember 2025.

Langkah ini diharapkan memperkuat posisi strategis pengembangan migas di Asia Tenggara dengan target pengembangan sumber daya mencapai 3 miliar barrel setara minyak (boe).

xxxxxxxxxxxxx

Praktisi sekaligus pemerhati migas, Hadi Ismoyo, Senin (20/4/2026), menilai, temuan potensi sumber daya sekitar 5 Tcf dan 300 juta barel kondensat di WK Ganal sebagai hal positif. Apalagi, wilayah Kalimantan Timur memiliki infrastruktur migas yang sudah baik, termasuk fasilitas LNG (LNG plant) di Bontang.

Agar proyek berjalan sesuai rencana dan target, menurut Hadi, ENI sebagai pengelola WK perlu mempercepat kepastian cadangan. Pengeboran sumur delineasi atau sumur yang dibor dengan tujuan menetapkan batas reservoir migas serta produktivitasnya, perlu dilakukan.

"Perlu satu hingga tiga sumur lagi yang dedicated untuk melihat batasan reservoir atau untuk mengetes geometrinya. Untuk melihat seperti apa hamparannya. Apakah, misalnya betul seluas satu kecamatan, atau ternyata hanya seluas satu desa. Jadi, tantangan ENI (yang terdekat) ialah harus membuat sumur delineasi," ujar Hadi.

Ia mencatat, LNG plant Badak di Bontang memiliki 8 train, tetapi sebagian di antaranya sudah tak aktif. Namun, jika gas dari proyek-proyek temuan sumber gas raksasa di Kaltim sudah dapat dihasilkan, bisa diproses di fasilitas tersebut melalui reaktivasi. Meski akan tergantung pada kecepatan terkait birokrasi, ia yakin, proyek tersebut dapat berproduksi setidaknya pada 2029.

Dari sisi pasar, ia juga melihat ada potensi besar mengingat negara-negara kini semakin butuh LNG. Indonesia berpotensi masuk untuk mengisi pasar LNG dari negara-negara yang enggan terlalu bergantung pada pasokan dari Timur Tengah di tengah ketidakpastian global.

"Tinggal masalah negosiasi harga. Sekitar 20 persen LNG di dunia kan datang dari Qatar. Namun, ketika Selat Hormuz ditutup, kan tidak ada alternatif dan pasar terguncang. Mungkin lima tahun lagi perang sudah usai, tetapi struktur pasar LNG tak akan lagi sama. Orang akan butuh lebih banyak LNG dan tak mau bergantung ke Timur Tengah yang volatil," kata Hadi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seorang Pria Tembak Delapan Bocah Hingga Tewas, Tujuh Diantaranya Anak Kandung Sendiri
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Aliansi Advokat Laporkan Ade Armando-Permadi Arya ke Polda Metro
• 47 menit lalukumparan.com
thumb
Arsenal Makin Tertekan di Puncak Klasemen Liga Inggris, Mikel Arteta Sebut Erling Haaland Beruntung
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga BBM Nonsubsidi Naik, Mensos Siapkan Tambahan Bansos | JMP
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Dampak Perang Iran, Bank Sentral Filipina Dorong Korporasi Lindungi Risiko Valas
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.