TABLOIDBINTANG.COM - Curhat pilu Bunga Zainal tak hanya soal konflik keluarga, tapi juga tentang rasa kehilangan dan luka mendalam terhadap sang ayah.
Dalam pernyataannya, Bunga menegaskan satu hal yang paling membuatnya terpukul: kondisi ayahnya dijadikan konsumsi publik.
“Bapak gue itu bukan konsumsi publik. Enggak perlu dikasihani, enggak usah di-posting,” tegasnya.
Bunga mengaku tidak terima jika kondisi sakit ayahnya disebarluaskan dan menjadi bahan perbincangan.
Baginya, hal tersebut melukai privasi keluarga dan tidak menghormati kondisi sang ayah.
Ia bahkan menegaskan bahwa ayahnya tidak membutuhkan rasa kasihan dari publik.
Ingin Melawan, Tapi Tertahan
Di balik emosinya, Bunga mengaku sebenarnya ingin membantah semua tudingan dari keluarga.
Namun ia menahan diri karena tidak ingin dianggap melawan orang tua.
“Kalau gue lawan, salah lagi. Dibilang gue maki-maki orang tua,” katanya.
Ia juga menegaskan tidak pernah sekalipun menghina atau memaki orang tuanya.
Puncaknya, Bunga memilih menerima semua stigma yang diberikan kepadanya, termasuk disebut sebagai anak durhaka.
“Enggak apa-apa gue jadi anak durhaka. Yang penting gue enggak jadi ibu durhaka buat anak gue,” ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung menyentuh emosi publik. Banyak yang bersimpati, namun tak sedikit pula yang menyayangkan konflik keluarga yang kini terbuka ke publik.




