FAJAR, MAKASSAR – Peringatan May Day 2026 di Makassar akan tampil berbeda. Serikat buruh bersama pemerintah menghadirkan konsep baru melalui “May Day Fest 2026” yang lebih inklusif dan kondusif.
Ketua Panitia May Day Fest 2026, Delandi Safri Pratama, menyebut kegiatan tahun ini merupakan terobosan baru dibandingkan pola aksi sebelumnya.
“Ini adalah terobosan baru, karena biasanya peringatan May Day identik dengan aksi demonstrasi di jalan, tetapi kali ini kami kemas dalam bentuk festival,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Lapangan Karebosi pada 1 Mei 2026, dengan estimasi peserta mencapai sekitar 10.000 orang dari berbagai elemen.
“Estimasi peserta sekitar 10 ribu orang, dari berbagai elemen, termasuk buruh, mahasiswa, dan rakyat,” terangnya.
Delandi menegaskan bahwa tahun ini tidak akan ada aksi turun ke jalan, melainkan kegiatan terpusat yang lebih tertib.
“Kami tidak akan turun ke jalan. Semua kegiatan dipusatkan di satu tempat dengan kegiatan yang lebih positif,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa konsep festival akan menghadirkan berbagai kegiatan seperti jalan santai, dialog publik, bazar UMKM, hingga panggung rakyat.
“Kami ingin menjawab tantangan zaman dengan cara yang lebih positif, inklusif, dan damai, tanpa meninggalkan nilai perjuangan,” katanya.
Meski dikemas dalam suasana festival, Delandi memastikan isu-isu strategis ketenagakerjaan tetap menjadi fokus utama.
“Isu yang kami bawa tetap isu nasional, terutama soal kesejahteraan buruh, termasuk persoalan outsourcing yang saat ini masih marak,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini sekitar 50 organisasi telah menyatakan bergabung dalam kegiatan tersebut.
“Dari serikat buruh saja estimasinya sekitar 7.000 orang. Total organisasi yang terlibat saat ini sudah sekitar 50, dan kami masih membuka ruang bagi organisasi lain untuk bergabung,” pungkasnya.
Dengan konsep ini, peringatan May Day di Makassar diharapkan tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga mampu menjaga stabilitas kota serta meminimalisir dampak kemacetan yang selama ini sering terjadi saat aksi buruh di jalan raya.





