BMKG Intensifkan Modifikasi Cuaca di Riau, Manfaatkan Pancaroba untuk Tekan Karhutla

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Petugas memasang garis kuning Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di area karhutla di Provinsi Riau. (Sumber: Antara/HO KLH)

PEKANBARU, KOMPAS.TV - Di saat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memanfaatkan momen krusial yaitu masa peralihan musim. 

Lewat operasi modifikasi cuaca (OMC), hujan “diupayakan turun” lebih awal untuk membasahi lahan dan menekan potensi titik api di Provinsi Riau.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi proaktif BMKG dalam merespons kecenderungan cuaca kering yang mulai terjadi di wilayah tersebut. 

Operasi berlangsung selama sembilan hari, mulai 14 hingga 22 April 2026, dengan pusat kendali di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Baca Juga: [FULL] BMKG Prediksi Kemarau Lebih Kering, Riau Siaga Karhutla

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan operasi ini bukan sekadar respons darurat, melainkan bagian dari pendekatan berbasis sains untuk mitigasi bencana.

“Pelaksanaan OMC ini adalah momentum strategis. Berdasarkan data klimatologi, menyemai awan di masa transisi jauh lebih efektif. Kami berupaya menjaga kelembapan lahan di wilayah-wilayah rawan agar potensi titik panas dapat ditekan secara signifikan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi BMKG.

BMKG menilai masa pancaroba atau peralihan musim sebagai waktu paling efektif untuk melakukan modifikasi cuaca. 

Pada periode ini, ketersediaan awan masih cukup banyak sehingga peluang keberhasilan penyemaian meningkat.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan, jika operasi dilakukan saat musim kemarau sudah mencapai puncak, efektivitasnya akan menurun drastis.

“Jika OMC baru dilakukan saat musim kemarau, keberadaan awan akan sulit ditemukan sehingga efektivitasnya menurun. Memanfaatkan masa peralihan untuk pembasahan lahan gambut adalah pendekatan yang sangat strategis untuk mengendalikan karhutla secara permanen,” katanya.

Baca Juga: BMKG: El Nino 2026 Berpeluang hingga 80 Persen, Risiko Kekeringan dan Karhutla Meningkat

Kolaborasi Lintas Lembaga

Operasi ini melibatkan berbagai instansi, mulai dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, hingga Pemerintah Provinsi Riau.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • BMKG modifikasi cuaca
  • karhutla Riau
  • operasi modifikasi cuaca
  • pencegahan karhutla
  • kebakaran hutan 2026
  • kebakaran hutan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bakal Dimeriahkan Ariel NOAH, Falcon Pictures Gelar Touring Motor Jelang Perilisan Dilan ITB 1997
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Menteri Energi AS Proyeksi Harga Bensin Turun Tapi Bertahan di USD3 per Galon hingga 2027
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Anisa Bahar dan Ratu Meta Jalani Pemeriksaan Polisi Buntut Laporan Dugaan Penipuan Travel Umrah
• 7 jam lalugrid.id
thumb
5 Destinasi Wisata di Jepang yang Harus Masuk dalam List Liburan
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Harga Emas hari Ini 20 April 2026: Produk Antamdan Global Kompak Merosot
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.