Tiongkok Kritik Aksi AS yang Cegat dan Sita Kapal Kargo Berbendera Iran

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Beijing: Pemerintah Tiongkok menyatakan keprihatinan atas tindakan Amerika Serikat (AS) yang mencegat dan menyita kapal kargo berbendera Iran di Selat Hormuz.

Beijing juga menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan menciptakan kondisi yang memungkinkan normalisasi situasi di jalur pelayaran strategis tersebut.

“Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan dan distribusi global. Menjaga keamanan serta stabilitasnya sejalan dengan kepentingan komunitas internasional,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, seperti dikutip Anadolu, Senin, 20 April 2026.

Ia menambahkan bahwa pihaknya menyatakan keprihatinan atas penggunaan kekuatan dalam insiden tersebut, seraya mendorong semua pihak untuk menahan diri di tengah ketegangan yang berlangsung.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa angkatan laut negaranya telah mencegat kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade laut AS di kawasan Teluk.

Trump menyebut kapal perang USS Spruance melakukan intersepsi terhadap kapal bernama Touska setelah awaknya tidak mengindahkan peringatan untuk berhenti. Ia juga mengklaim kapal tersebut kini berada dalam penguasaan militer AS.

Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Tiongkok menekankan pentingnya semua pihak memenuhi kewajiban masing-masing, mematuhi gencatan senjata, serta mencegah eskalasi lebih lanjut. Upaya Diplomasi di Tengah Ketegangan Insiden ini terjadi di tengah upaya untuk membawa kembali AS dan Iran ke meja perundingan, dengan Pakistan bersiap menjadi tuan rumah putaran baru dialog di Islamabad.

Gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan dijadwalkan berakhir pada Rabu.

Sebelumnya, Iran dilaporkan sempat membuka kembali Selat Hormuz sebelum kembali menutupnya sehari kemudian setelah AS menyatakan blokade terhadap pelabuhan Iran tetap diberlakukan. Informasi ini juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Konflik meningkat sejak 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke aset dan pangkalan AS di kawasan.

Ketegangan mulai mereda sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 8 April.

Pada 11–12 April, Islamabad menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi antara AS dan Iran, meski belum menghasilkan kesepakatan.

Trump juga menyatakan bahwa delegasi AS akan menuju Pakistan untuk melanjutkan negosiasi, sementara Iran belum mengonfirmasi partisipasinya dalam putaran berikutnya.

Baca juga:  Iran Peringatkan Keamanan Selat Hormuz Tak Terjamin Jika Ekspor Minyak Dibatasi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sembunyikan Sabu di Celana, Nelayan di Sultra Tak Berkutik Digerebek Polisi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Jalan Tembus Pasar Minggu, Proyek Mangkrak Delapan Gubernur DKI
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gunung Dukono meletus, hembuskan abu vulkanik setinggi 1,4 kilometer
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Waspada Inflasi dan Krisis Global, Mendagri Ajak Kepala Daerah Siap Siaga
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Elite PSI Peringatkan JK: Jokowi Jadi Presiden Bukan Satu Orang Faktor Penentu
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.