PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada tahun lalu dengan mencatat penjualan Rp982,2 miliar.
IDXChannel - PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada tahun lalu. Emiten pengelola platform reward dan loyalty ini membukukan penjualan neto Rp982,2 miliar, tumbuh 18 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp834,4 miliar.
Penjualan voucher belanja tetap menjadi tulang punggung utama bisnis perusahaan. Voucher belanja menyumbang sebesar Rp915,4 miliar atau setara dengan 93,2 persen dari total penjualan neto perusahaan. Penjualan perusahaan mencakup voucher fisik maupun digital, termasuk produk Ultra Voucher Gift Card (UVGC) yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan.
UVGC merupakan voucher universal yang memberikan fleksibilitas serta kemudahan dalam solusi rewards bagi pelanggan, baik segmen B2B maupun B2C. Produk ini juga menjadi fokus strategis perseroan untuk 2026 dan tahun-tahun mendatang.
Untuk mendukung loyalitas konsumen, UVCR secara resmi menutup rangkaian program undian UVGC Raffle melalui pengumuman pemenang utama pada 19 April 2026 di Central Park, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif perseroan dalam memperluas pemanfaatan solusi voucher dan gift card di masyarakat sebagai metode belanja yang lebih praktis, hemat, dan modern.
Proses pengundian dilakukan secara terbuka dan diawasi oleh perwakilan dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial DKI Jakarta, serta notaris guna memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan. Dari keseluruhan partisipasi, satu pemenang utama berhasil memperoleh hadiah senilai Rp1 miliar dari kode voucher terpilih.
CEO Ultra Voucher, Hady Kuswanto menyampaikan, program UVGC Raffle menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan perusahaan, sekaligus bentuk apresiasi terhadap partisipasi masyarakat. Selain itu, program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pemanfaatan voucher dan gift card sebagai alternatif metode transaksi yang lebih efisien.
"Di berbagai negara, baik berkembang maupun maju, penggunaan voucher digital dan gift card telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dengan beragam tujuan penggunaan. Berangkat dari kondisi tersebut, pemanfaatan instrumen ini di Indonesia memiliki potensi untuk diadopsi secara lebih luas oleh masyarakat sebagai langkah menuju modernisasi dalam sistem transaksi, pemberian rewards, serta aktivitas gifting di masa mendatang,” ujar Hady.
Selama periode enam bulan pelaksanaan, program ini diikuti oleh ribuan voucher ID dengan total hadiah mencapai Rp1,6 miliar. Setiap bulan, perusahaan melakukan pengundian hadiah berkala senilai Rp100 juta dengan berbagai jenis hadiah, mulai dari voucher hingga perangkat elektronik, dan pada akhir periode, satu pemenang utama ditetapkan melalui proses pengundian resmi.
Sejalan dengan penutupan program undian, UVCR juga menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ultra Voucher Festival 2026” yang berlangsung pada 14–19 April 2026 di Laguna Atrium, Central Park. Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara perusahaan dengan puluhan mitra dan merchant dari berbagai sektor, termasuk ritel, makanan dan minuman, kecantikan, traveling, serta lifestyle.
"Penyelenggaraan Ultra Voucher Festival 2026 menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan serta memperkuat keterlibatan dengan pengguna. Ultra Voucher menilai bahwa pendekatan berbasis kolaborasi dan interaksi langsung dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait pemanfaatan voucher dalam kehidupan sehari-hari,” kata CTCO UVCR, Riky Boy. H Permata.
Seiring kenaikan pendapatan, UVCR membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp5,5 miliar. Angka ini naik 52,2 persen dibandingkan laba 2024 yang sebesarRp3,6 miliar. Kenaikan laba yang signifikan ini berdampak positif pada laba per saham dasar yang naik menjadi Rp2,7 dari sebelumnya Rp1,8 di tahun 2024.
Hingga 31 Desember 2025, UVCR menunjukkan ekspansi pada sisi aset yang diikuti dengan pengelolaan liabilitas dan ekuitas. Total aset mencapai Rp217 miliar, naik 11,4 persen dari posisi akhir 2024 sebesar Rp194,8 miliar. Posisi kas perseroan pada akhir tahun berada di angka Rp1,8 miliar, meningkat dari Rp1,6 miliar pada tahun sebelumnya.
Total liabilitas tercatat sebesar Rp113,4 miliar, naik dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp96,7 miliar. Peningkatan ini terutama dipicu oleh kenaikan uang muka pelanggan yang mencapai Rp43 miliar. Total ekuitas naik menjadi Rp103,6 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp98,1 miliar. Hal ini didorong oleh kenaikan saldo laba yang belum dicadangkan sebesar 31,4 persen menjadi Rp23,2 miliar.
(Rahmat Fiansyah)





