Baterai Generasi Baru Diuji, Jarak Tempuh Mobil Listrik Bisa Melonjak

eranasional.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Pengembangan teknologi penyimpanan energi kembali mencatat kemajuan penting di tengah meningkatnya kebutuhan akan kendaraan listrik dan solusi energi berkelanjutan. Tim peneliti dari University of Surrey melalui lembaga riset Advanced Technology Institute (ATI) memperkenalkan desain baru baterai lithium-ion yang diklaim mampu meningkatkan kapasitas energi secara signifikan sekaligus memperpanjang umur pakai.

Inovasi ini menjadi perhatian karena selama ini keterbatasan baterai masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan kendaraan listrik. Jarak tempuh yang terbatas serta degradasi performa baterai dalam jangka panjang sering kali menjadi pertimbangan konsumen dalam beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke listrik. Dengan adanya teknologi baru ini, harapan terhadap mobil listrik dengan performa lebih optimal semakin terbuka.

Secara umum, baterai lithium-ion konvensional menggunakan grafit sebagai material utama pada bagian anoda. Material ini dikenal stabil dan telah digunakan secara luas dalam berbagai perangkat, mulai dari ponsel hingga kendaraan listrik. Namun, grafit memiliki keterbatasan dalam hal kapasitas penyimpanan energi, sehingga menjadi salah satu faktor pembatas dalam pengembangan baterai berdaya tinggi.

Sebagai alternatif, para ilmuwan telah lama melirik silikon sebagai material anoda karena kemampuannya menyimpan energi dalam jumlah jauh lebih besar. Secara teoritis, silikon dapat menampung hingga hampir sepuluh kali lipat kapasitas grafit. Namun, penggunaan silikon menghadapi kendala besar, yaitu sifatnya yang mudah mengembang dan menyusut selama proses pengisian dan pengosongan daya. Perubahan volume ini dapat menyebabkan retakan pada struktur material, yang pada akhirnya mempercepat penurunan performa baterai.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan pendekatan baru melalui desain anoda yang disebut VISiCNT (Vertically Integrated Silicon–Carbon Nanotube). Teknologi ini menggabungkan silikon dengan struktur karbon nanotube yang disusun secara vertikal, menciptakan material yang lebih fleksibel sekaligus stabil dalam menghadapi perubahan volume.

Menurut Muhammad Ahmad selaku penulis utama penelitian, desain ini memungkinkan pemanfaatan kapasitas tinggi silikon tanpa harus mengorbankan daya tahan baterai. Dalam pengujian laboratorium, anoda VISiCNT mampu mencapai kapasitas lebih dari 3.500 mAh per gram. Angka ini jauh melampaui kapasitas grafit yang berada di kisaran 370 mAh per gram, sekaligus mendekati batas teoritis silikon.

Keunggulan lain dari teknologi ini adalah kemampuannya untuk mempertahankan stabilitas selama siklus pengisian berulang. Hal ini menjadi faktor penting dalam menentukan umur pakai baterai, terutama untuk aplikasi kendaraan listrik yang membutuhkan performa jangka panjang. Dengan stabilitas yang lebih baik, baterai diharapkan tidak hanya mampu menyimpan energi lebih besar, tetapi juga bertahan lebih lama tanpa penurunan kapasitas yang signifikan.

Selain aspek teknis, faktor produksi juga menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi ini. Tim peneliti merancang struktur karbon nanotube yang dapat ditumbuhkan langsung pada substrat tembaga, yang merupakan komponen umum dalam produksi baterai. Pendekatan ini dinilai dapat mempermudah integrasi teknologi baru ke dalam lini produksi yang sudah ada, sehingga membuka peluang untuk komersialisasi dalam skala besar.

Direktur ATI, Ravi Silva, menyebut inovasi ini sebagai langkah penting dalam membawa teknologi anoda silikon dari tahap penelitian menuju aplikasi industri. Ia menilai bahwa pendekatan yang dikembangkan tidak hanya relevan untuk kendaraan listrik, tetapi juga untuk berbagai kebutuhan lain seperti penyimpanan energi skala besar dan perangkat elektronik portabel.

Perkembangan ini juga sejalan dengan tren global yang mendorong transisi menuju energi bersih. Kendaraan listrik menjadi salah satu solusi utama dalam mengurangi emisi karbon, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kemajuan teknologi baterai. Oleh karena itu, inovasi seperti VISiCNT memiliki potensi besar dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik secara lebih luas.

Sejumlah analis industri menilai bahwa peningkatan kapasitas baterai secara signifikan dapat mengubah peta persaingan di industri otomotif. Produsen yang mampu mengadopsi teknologi ini lebih cepat berpotensi menawarkan kendaraan dengan jarak tempuh lebih jauh dan biaya operasional lebih efisien, yang pada akhirnya akan menarik minat konsumen.

Di sisi lain, tantangan tetap ada, terutama dalam hal skalabilitas dan biaya produksi. Meskipun teknologi ini menjanjikan, proses transisi dari laboratorium ke produksi massal sering kali membutuhkan waktu dan investasi yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kolaborasi antara lembaga penelitian dan industri menjadi kunci dalam mempercepat implementasi teknologi ini.

Selain untuk kendaraan listrik, baterai dengan kapasitas tinggi dan umur panjang juga memiliki aplikasi luas dalam sistem penyimpanan energi terbarukan. Dalam konteks ini, baterai dapat digunakan untuk menyimpan energi dari sumber seperti tenaga surya dan angin, yang sifatnya tidak selalu stabil. Dengan teknologi yang lebih efisien, sistem energi terbarukan dapat menjadi lebih andal dan terjangkau.

Ke depan, pengembangan teknologi baterai diperkirakan akan terus menjadi fokus utama dalam inovasi energi global. Dengan meningkatnya kebutuhan akan solusi energi yang ramah lingkungan, penelitian seperti yang dilakukan oleh University of Surrey menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Jika teknologi ini berhasil dikomersialisasikan secara luas, bukan tidak mungkin kendaraan listrik di masa depan akan mampu menempuh jarak yang jauh lebih panjang dalam sekali pengisian daya. Selain itu, umur pakai baterai yang lebih lama juga akan mengurangi biaya perawatan dan meningkatkan nilai ekonomis kendaraan listrik bagi konsumen.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, inovasi baterai VISiCNT menjadi salah satu terobosan yang patut diperhatikan. Meski masih membutuhkan waktu untuk implementasi penuh, langkah ini menunjukkan bahwa masa depan kendaraan listrik dengan performa lebih unggul semakin mendekati kenyataan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga emas UBS-Antam-Galeri24 pada Senin pagi serempak tak bergerak
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Pemprov DKI Izinkan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Pemilik Lama
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Barang Ilegal Disikat, Lapas Gunung Sindur Tegakkan Aturan Zero Halinar
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Dorong Kesejahteraan, Akses Internet Mesti Diiringi Peningkatan Literasi Digital
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jaket Pelampung dari Kapal Titanic Dilelang, Terjual Rp 15,5 Miliar
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.