Menkes Soal Bahaya Campak: 1 Pasien Bisa Menulari hingga 18 Orang

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan tingginya tingkat penularan penyakit campak, yang disebut sebagai salah satu penyakit menular paling cepat menyebar di dunia.

Ia menyebut, satu orang penderita campak dapat menularkan virus tersebut hingga ke 18 orang lainnya.

“Jadi memang campak ini virusnya sudah lama. Dan merupakan penyakit menular yang penularannya paling tinggi. Kita ngomongnya reproduction rate-nya. Jadi kalau COVID dulu di awal-awal satu orang nularin tiga, nularin empat. Waktu Omicron bisa delapan gitu, ya. Nah, campak ini satu orang bisa nularin sampai 18, ya,” ujar Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4).

“Katanya sih rata-rata 15. Jadi ini penyakit yang di seluruh dunia, penyakit menular yang paling menular, ya, paling menular,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, meski tingkat penularannya sangat tinggi, campak umumnya tidak mematikan secara langsung. Namun, komplikasi yang ditimbulkan dapat berakibat fatal.

“Dia obatnya juga sudah ada, maksudnya treatment-nya sudah ada, efektif, dan biasanya enggak mematikan. Dia mematikan karena ada efek sampingnya. Biasanya bisa infeksi di paru atau infeksi juga di otak gitu, ya. Jadi meninggalnya karena efek samping dari penyakit ini sendiri. Sama seperti COVID juga meninggalnya karena efek samping dari antibodinya kita terhadap virus itu,” jelasnya.

Budi menambahkan, seperti penyakit menular lainnya, campak sebenarnya dapat dikendalikan melalui vaksinasi. Ia menilai munculnya wabah atau lonjakan kasus biasanya berkaitan dengan rendahnya cakupan imunisasi.

“Nah, dia sudah ada vaksinnya. Sama seperti COVID. Jadi hampir semua penyakit menular, begitu sudah ada vaksinnya, harusnya bisa ditangani. Jadi kalau ada outbreak-outbreak, itu sudah hampir pasti karena vaksinasinya enggak berjalan dengan baik. Nah, itu yang kita alami juga di campak ini, ya,” kata Budi.

“Jadi sekali lagi, ini adalah penyakit penular yang sudah lama. Ini penyakit menular yang paling tinggi penularannya. Kemudian sebenarnya tidak apa istilahnya? Tidak semematikan penyakit seperti Ebola atau even tuberkulosis. Dan penyebab kematiannya adalah karena efek sampingnya. Karena efek sampingnya,” sambung dia.

Selain faktor vaksinasi, Budi juga menyoroti pola musiman dalam penyebaran campak yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat, khususnya anak-anak.

“Kita juga lihat kalau dari data di dunia, campak itu kok lucu, seakan ada musimannya. Jadi kalau nanti kita bicara dengue, dengue itu benar-benar ada musiman tergantung dari El Nino. Kalau El Nino naik, dia naik. Jadi musiman. Nah, campak kelihatannya juga seperti itu,” jelasnya.

Menurutnya, peningkatan kasus campak pada awal tahun lebih dipengaruhi oleh aktivitas sosial, terutama saat anak-anak kembali bersekolah.

“Jadi di seluruh dunia di awal tahun selalu tinggi. Jadi saya sempat tanya-tanya apakah ada dampak musim atau cuaca. Ternyata tidak. Itu dampaknya karena mobilitas. Jadi di seluruh dunia itu awal tahun biasanya anak-anak sekolah, mulai sekolah. Nah, di situlah penularan terjadi. Karena penularannya cepat, ya,” kata Budi.

Ia juga menambahkan, di negara dengan musim dingin, penyebaran campak cenderung lebih tinggi karena masyarakat lebih sering berada di dalam ruangan dengan jarak yang dekat.

“Itu juga yang terjadi di awal tahun ini. Tapi kita lihat memang selalu naik. Dan tingginya justru di daerah negara dingin. Karena kalau di Januari juga, karena dingin, orang jadi ngumpulnya dekat-dekatan gitu,” ujar Budi.

“Kalau di kita kan lebih main di luar, enggak hanya ngumpul di satu ruangan tertentu. Sehingga pada saat dekat-dekat musim dingin, biasanya terjadi kenaikan juga dari campak, ya. Jadi ini lebih kepada mobilitas kenapa terjadi penularan ini, gitu, ya,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Manchester City menang 2-1 atas Arsenal, persaingan gelar memanas
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Serba-serbi SIPF, Apa Bisa Beri Ganti Rugi ke Investor atas Saham Delisting?
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
IIF Sebut ESG Kini Jadi Penentu Investasi Infrastruktur
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
LavAni dan Pertamina Enduro juarai Final Four Proliga putaran kedua
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Video: Iran Berubah Pikiran dan Tutup Selat Hormuz, IHSG Kembali Anjlok
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.