JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah mobil diberhentikan secara paksa oleh sekelompok pria di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (18/4/2026) siang.
Dalam video yang diterima Kompas.com, terlihat sejumlah pria berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup wajah menghentikan kendaraan yang sedang melaju.
Pemilik mobil mengaku saat itu tengah dalam perjalanan pulang menuju Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Ia menyebut telah diikuti oleh para pria tersebut sejak melintas di depan Kompleks Casa Jardin.
Baca juga: Pagar Besi hingga Lampu di Waduk Rawa Malang Jakut Hilang Dicuri Maling
Gerombolan yang berjumlah enam orang itu pun mengaku sebagai polisi yang bertugas di Polres Metro Jakarta Barat. Mereka juga sempat menunjukkan kartu tanda anggota.
"Sekitar jam 15.30 WIB mobil saya tiba-tiba dicegat tiga motor dan enam orang mengaku polisi dan teriak-teriak agar saya buka pintu mobil dan dituduh ambil narkoba dari kawasan Cengkareng," tulis pengemudi mobil dalam keterangan video.
Dalam kondisi panik, pengemudi akhirnya membuka pintu mobil. Salah satu pria kemudian masuk dan duduk di kursi belakang sambil berteriak agar kendaraan ditepikan untuk dilakukan penggeledahan.
Meski mengenakan penutup, wajah sejumlah pria tersebut tetap terekam dalam video.
Perekam video juga mengaku sempat menghubungi kenalannya yang bertugas di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Barat. Namun, saat panggilan berlangsung, para pria itu justru pergi menggunakan sepeda motor.
Penjelasan PolisiMenanggapi video yang viral di media sosial tersebut Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya membenarkan bahwa sekelompok pria berpakaian preman yang memberhentikan mobil itu merupakan anggotanya.
Baca juga: Eks Kadis LH DKI Jakarta Tersangka Longsor Sampah Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
Ia menjelaskan, tindakan pencegatan itu berawal dari laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkoba.
"Jadi kejadian kemarin itu, memang itu dari personel kami. Terus, itu kenapa terjadi seperti itu? Karena memang dari personel kami ini menerima laporan dari masyarakat yang tidak mau disebutkan identitas namanya, bahwa dicurigai ada transaksi narkoba atau tindakan yang menyalahi aturanlah gitu lho," ungkap Reza saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (20/4/2026).
Berdasarkan laporan tersebut, Reza menyebutkan bahwa anggotanya bermaksud untuk memeriksa dan menggeledah kendaraan.
Namun, menurut dia, pihak pemilik mobil justru menolak diperiksa dan memilih untuk merekam kejadian.
"Makanya kita melakukan penggeledahan ke mobil tersebut. Tapi yang terjadi ya si yang meng-upload video ini dia tidak kooperatif gitu. Dia tidak kooperatif malah itu tadi, memviralkan video tersebut, gitu," ucapnya.
Terkait alasan mobil akhirnya dibiarkan pergi, Reza menyebut hal itu mempertimbangkan situasi di lapangan, termasuk adanya anak-anak di dalam kendaraan.





