30 Ribu Sarjana Direkrut, KDKMP Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan di Desa

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah membuka rekrutmen besar-besaran sebanyak 30.000 sarjana untuk mengisi posisi manajer di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini menjadi bagian penting dalam mempercepat operasionalisasi koperasi desa sekaligus menghadirkan SDM unggul di tingkat lokal.

Selain itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) juga merekrut tenaga pendamping Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) yang ditempatkan di Dinas Koperasi daerah serta KDKMP. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat tata kelola dan memastikan aspek bisnis koperasi berjalan berkelanjutan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, perekrutan ini merupakan tahapan krusial dalam memastikan KDKMP benar-benar menjadi pilar ekonomi desa.

Hal tersebut disampaikan Menkop dalam kuliah umum kepada Perwira Siswa (Persis) Pendidikan Reguler (Dikreg LV) Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI TA 2026 di Bandung, Jumat (17/4/2026).  

"Beberapa hari lalu kami bersama dengan Menko Pangan (Zulkifli Hasan) mengumumkan untuk merekrut 30 ribu sarjana untuk menjadi manager koperasi sebagai bagaian yang tidak terpisahkan dalam tahapan operasional yang menjadi tahapan penting dan menentukan," katanya, dikutip dari siaran pers Kemenkop, Senin (20/4).

Dalam kesempatan tersebut, Menkop juga menekankan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan instrumen konstitusional untuk mewujudkan kemakmuran rakyat secara bersama-sama.  Sejarah mencatat koperasi pernah berperan besar dalam sektor produksi, distribusi, hingga industri.  

"Presiden Prabowo menegaskan negara harus hadir kembali mengatur sistem ekonomi,” katanya. 

Data dari Kemenkop mencatat bahwa saat ini sebanyak 83.374 KDKMP telah memiliki badan hukum resmi dan saat ini sedang diakselerasi proses pembangunan fisiknya seperti gerai, gudang dan sarana prasarana pendukungnya sebanyak 35 ribu unit. Sementara itu sebanyak 4.200 unit KDKMP telah rampung 100 persen dan siap memasuki tahap operasional.  

Dalam proses pembentukan badan hukum hingga pembangunan fisiknya, Menkop Ferry mendapati berbagai tantangan dan masalah mendasar di desa/ kelurahan yaitu ketiadaan listrik, internet, cold storage, hingga fasilitas nelayan. 

Baca Juga: Kopdes Merah Putih, Desa Bakal Punya Armada Ekonomi Sendiri

Baca Juga: Kopi Indonesia Go Global, Espresso 7oz Cafe Ekspansi ke Uzbekistan

“Fakta ini menunjukkan pentingnya membangun bangsa dari desa dan pinggiran sebagaimana tertuang di dalam Astra Cita nomor 6 yaitu membangun dari bawah dan dari desa," ujarnya.

Menkop Ferry juga kembali menegaskan bahwa KDKMP memiliki tiga fungsi utama yaitu distribusi barang kebutuhan pokok, penyerap hasil produksi masyarakat (offtaker) serta penyalur program pemerintah seperti bantuan sosial dan pangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Pimpin Ratas Percepat Bangun Giant Sea Wall Pantura, Lindungi Kawasan Pesisir Utara Jawa
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Vance Kembali Pimpin Delegasi AS dalam Negosiasi dengan Iran di Pakistan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga BBM Pertamax Bakal Nyusul Naik? Ini Kata Bahlil
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Telkomsel Hadirkan IndiHome Ultra Mesh Wi-Fi untuk Perluas Jangkauan Internet Rumah
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kinerja Fore Coffee (FORE) Melonjak di Kuartal I 2026, Laba Naik 60,5%
• 10 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.