Jakarta (ANTARA) - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengajak semua pihak untuk duduk bersama guna mencari solusi demi terciptanya perdamaian di Tanah Papua.
"Jangan kepala batu. Sama-sama duduk bareng bicarakan menciptakan tanah Papua damai. Semua komunitas, mau tentara, mau OPM, KKB mau masyarakat Papua, bersatu sama-sama menciptakan tanah Papua damai," kata Pigai saat jumpa pers di gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Senin.
Hal tersebut dikatakan Pigai terkait meninggalnya 15 warga sipil akibat terkena tembakan saat terjadi baku tembak antara aparat dengan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (14/4).
Menurut Pigai, tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian di Papua bukan hanya berada di jajaran eksekutif saja melainkan legislatif dan yudikatif.
Baca juga: Pigai minta pelaku penembakan warga di Papua mengaku ke publik
Ketiga unsur tersebut, lanjut Pigai, harus bisa mengambil sebuah keputusan politik besar agar perdamaian di tanah Papua bisa terjadi.
Untuk mencapai keputusan politik yang besar itu, Pigai mengatakan seluruh pihak harus duduk bersama dan mencari solusi terhadap masalah yang terjadi di Papua.
"Jadi, untuk menciptakan Papua tanah damai itu secara komprehensif bersama-sama seluruh komponen Bangsa Indonesia untuk mengambil keputusan bersama," kata Pigai.
Oleh karena itu, dia meminta untuk tidak menyalahkan salah satu pihak atau kelompok, termasuk eksekutif, yudikatif, legislatif, atau TNI Polri serta partai politik.
Baca juga: Pigai pastikan anak korban penembakan di Papua dapat perawatan layak
Pigai melanjutkan, pemerintah sendiri selalu berupaya untuk memberikan rasa aman dan adil kepada masyarakat Papua, antara lain dengan mengambil alih penanganan kasus penembakan di Kembruk.
Dia melanjutkan, beberapa upaya yang akan dilakukan Kementerian HAM yakni turun langsung untuk menelusuri sebab akibat dari kasus ini serta mendorong pihak yang merasa terlibat untuk mengakui perbuatannya.
Dengan adanya upaya tersebut, Pigai berharap kasus penembakan masyarakat sipil di Kembruk bisa cepat terungkap dan pelaku ditindak secara adil di mata hukum.
Sebelumnya, sebanyak 22 warga sipil jadi korban terkena tembakan di tengah aksi baku tembak di Kembruk.
Baca juga: TNI sebut tak terlibat dalam penembakan anak di Jigiunggi
Menurut data yang dimiliki Kementerian HAM, ke-22 warga itu terdiri dari 15 orang dinyatakan tewas dan tujuh orang luka-luka.
Masih berdasarkan data Kementerian HAM, tujuh orang yang mengalami luka-luka terdiri dari tiga orang anak-anak dan empat orang dewasa. Seluruh korban sampai saat ini telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Hingga saat ini, Kementerian HAM masih mencari tahu tentang adanya anak-anak yang jadi korban tewas akibat peristiwa tersebut.
"Jangan kepala batu. Sama-sama duduk bareng bicarakan menciptakan tanah Papua damai. Semua komunitas, mau tentara, mau OPM, KKB mau masyarakat Papua, bersatu sama-sama menciptakan tanah Papua damai," kata Pigai saat jumpa pers di gedung Kementerian HAM, Jakarta Selatan, Senin.
Hal tersebut dikatakan Pigai terkait meninggalnya 15 warga sipil akibat terkena tembakan saat terjadi baku tembak antara aparat dengan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TNPPB) di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (14/4).
Menurut Pigai, tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian di Papua bukan hanya berada di jajaran eksekutif saja melainkan legislatif dan yudikatif.
Baca juga: Pigai minta pelaku penembakan warga di Papua mengaku ke publik
Ketiga unsur tersebut, lanjut Pigai, harus bisa mengambil sebuah keputusan politik besar agar perdamaian di tanah Papua bisa terjadi.
Untuk mencapai keputusan politik yang besar itu, Pigai mengatakan seluruh pihak harus duduk bersama dan mencari solusi terhadap masalah yang terjadi di Papua.
"Jadi, untuk menciptakan Papua tanah damai itu secara komprehensif bersama-sama seluruh komponen Bangsa Indonesia untuk mengambil keputusan bersama," kata Pigai.
Oleh karena itu, dia meminta untuk tidak menyalahkan salah satu pihak atau kelompok, termasuk eksekutif, yudikatif, legislatif, atau TNI Polri serta partai politik.
Baca juga: Pigai pastikan anak korban penembakan di Papua dapat perawatan layak
Pigai melanjutkan, pemerintah sendiri selalu berupaya untuk memberikan rasa aman dan adil kepada masyarakat Papua, antara lain dengan mengambil alih penanganan kasus penembakan di Kembruk.
Dia melanjutkan, beberapa upaya yang akan dilakukan Kementerian HAM yakni turun langsung untuk menelusuri sebab akibat dari kasus ini serta mendorong pihak yang merasa terlibat untuk mengakui perbuatannya.
Dengan adanya upaya tersebut, Pigai berharap kasus penembakan masyarakat sipil di Kembruk bisa cepat terungkap dan pelaku ditindak secara adil di mata hukum.
Sebelumnya, sebanyak 22 warga sipil jadi korban terkena tembakan di tengah aksi baku tembak di Kembruk.
Baca juga: TNI sebut tak terlibat dalam penembakan anak di Jigiunggi
Menurut data yang dimiliki Kementerian HAM, ke-22 warga itu terdiri dari 15 orang dinyatakan tewas dan tujuh orang luka-luka.
Masih berdasarkan data Kementerian HAM, tujuh orang yang mengalami luka-luka terdiri dari tiga orang anak-anak dan empat orang dewasa. Seluruh korban sampai saat ini telah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Hingga saat ini, Kementerian HAM masih mencari tahu tentang adanya anak-anak yang jadi korban tewas akibat peristiwa tersebut.





