Pasca-mengalahkan PSBS dengan skor tipis 1-0 pada Sabtu, 18 April 2026 di Sleman, skuat berjuluk Macan Kemayoran tersebut sebenarnya memilih tetap bertahan di Yogyakarta guna menjaga efisiensi waktu pemulihan. Meski harus bertolak ke Pulau Dewata akibat perpindahan venue, pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyikapi perubahan tersebut dengan sudut pandang positif.
Dilansir dari lama resmi I-League, Mauricio menegaskan bahwa lokasi pertandingan bukan menjadi kendala utama selama kualitas lapangan memenuhi standar tinggi. Penunjukan Stadion Kapten I Wayan Dipta membuatnya lega karena stadion tersebut dikenal memiliki kualitas rumput yang sangat baik untuk mendukung skema permainan cepat dari Persija.
“Hal yang paling baik dari situasi ini adalah kualitas lapangan di sana sangat baik. Ada dua tim yang sama-sama gemar menguasai bola dan bermain ofensif,” ujar Mauricio.
Pelatih asal Brasil tersebut juga menjelaskan bahwa gaya bermain agresif yang dimiliki Persija maupun PSIM membutuhkan dukungan infrastruktur lapangan yang mumpuni. Kondisi lapangan yang rata diyakini akan membuat aliran bola berjalan mulus sesuai rencana taktik yang disiapkan.
“Saya sangat menyukai gaya bermain lawan yang akan kami hadapi nanti. Permainan mereka sangat tertata dan agresif saat menguasai bola. Tim kami juga memiliki karakter yang sama. Karena itu, saya senang pertandingan ini digelar di lapangan dengan kondisi yang sangat baik,” tambahnya.
Persija melangkah ke laga kontra Laskar Mataram dengan modal kepercayaan diri yang tinggi. Setelah berhasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Persebaya pada 11 April, yang disusul kemenangan 1-0 atas PSBS. Tren positif ini menjadi fondasi optimisme tim untuk kembali membawa pulang poin penuh dari Bali.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





