FAJAR, MAKASSAR –Menyambut Hari Buku Nasional pada Mei 2026, Perpustakaan Universitas Hasanuddin akan menggelar “Pekan Literasi 2026”, pada 17-21 Mei. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi akademik sekaligus mendukung peningkatan reputasi akademik kampus.
Mengusung tema “Penguatan Budaya Literasi Akademik di Era Transformasi Digital: Literasi Tanpa Batas Menghubungkan Tradisi dan Teknologi”, kegiatan ini terbuka untuk umum dan ditujukan bagi civitas akademika serta masyarakat luas.
Kepala UPT Perpustakaan Unhas, Prof. Dr. Munira Hasjim, menegaskan bahwa perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang diskusi, kolaborasi, dan promosi pengetahuan.
“Perpustakaan bukan sekadar tempat mencari dan meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang diskusi dan promosi literasi yang mampu memfasilitasi kebutuhan yang sulit ditemukan di luar,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan, termasuk akses bagi civitas akademika di luar jam kerja normal. Menurutnya, hasil survei kebutuhan mahasiswa dapat menjadi dasar pengembangan layanan, seperti perpanjangan jam operasional.
“Survei kebutuhan mahasiswa sangat penting. Jika memang dibutuhkan, layanan tidak bisa disamakan dengan yang lain. Ini bagian dari upaya memperkaya mahasiswa dalam mencari referensi,” tambahnya.
Ketua panitia kegiatan, Andi Nasri Abduh, menjelaskan bahwa Pekan Literasi akan diisi berbagai agenda, di antaranya talkshow literasi, pameran buku (book fair), serta penandatanganan kerja sama dengan sejumlah mitra strategis.
Seremoni pembukaan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, pukul 09.00 WITA di lingkungan Perpustakaan Unhas.
Salah satu agenda utama adalah talkshow literasi yang menghadirkan empat penulis produktif dari Unhas, yakni Prof. Dr. Burhanuddin Arafah, Ph.D. (Ilmu Budaya dan Sosial Humaniora), Prof. Dr. Andi Adri Arief, S.Pi., M.Si. (Ilmu Kelautan dan Perikanan), Dr. Eddyman, M.Si. (Fakultas MIPA), serta Fajlurrahman Jurdi (Ilmu Hukum).
Dalam sesi ini, para narasumber akan mengulas karya unggulan mereka sekaligus berbagi strategi dan kiat menulis untuk menghasilkan karya akademik berkualitas. Talkshow akan dipandu oleh Anshar Saud, S.Si., M.Farm., Apt. dan dikemas secara interaktif, termasuk sesi kuis yang melibatkan peserta.
Koordinator Divisi Pameran, Dr. Iskandar, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan sekitar 20 booth bagi mitra untuk memamerkan berbagai produk yang berkaitan dengan literasi kampus.
“Tidak hanya buku, pelaku UMKM juga dapat memamerkan hingga menjual produk mereka sebagai bagian dari literasi kuliner di lingkungan kampus,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Kerja Sama, Andi Milu Marguna, mengungkapkan bahwa sejumlah kolaborasi akan diformalkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Mitra yang terlibat antara lain Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan, Penerbit Erlangga, serta Gramedia.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai media, seperti Unhas TV, Harian Fajar, Tribun, dan surat kabar kampus Identitas.
Melalui Pekan Literasi ini, Prof. Dr. Munira Hasjim berharap perpustakaan dapat menjadi ruang kolaboratif yang mendorong lahirnya karya akademik berkualitas serta memperkuat sinergi antara tradisi literasi dan perkembangan teknologi digital.





