Anak Tewas Tertembak di Papua, TNI Bantah Terlibat dan Ungkap Kronologi Dua Insiden Berbeda

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kejadian penembakan seorang anak di Kampung Jigiunggi, Papua, yang dilaporkan pada Senin, 20 April 2026, dipastikan tidak melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Bantahan TNI atas Kabar Keterlibatan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Wirya Arthadiguna, menyatakan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam insiden tersebut sekaligus membantah kabar yang menyebut korban terjadi akibat kontak senjata antara TNI dan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Wirya menegaskan, "Tidak ada aktivitas prajurit TNI Kampung Jigiunggi, saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut,".

Ia menyebutkan bahwa terdapat dua peristiwa penembakan berbeda yang terjadi pada hari yang sama, yakni Selasa, 14 April 2026.

Kronologi Dua Insiden Penembakan

Peristiwa pertama terjadi di Kampung Kembru, Papua, setelah adanya laporan masyarakat terkait keberadaan kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut.

Aparat TNI kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan sebelum akhirnya mendapat serangan tembakan dari kelompok tersebut.

Terjadi baku tembak antara aparat dan kelompok bersenjata yang mengakibatkan empat anggota OPM dilaporkan gugur.

Aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua senjata rakitan, satu senapan angin, munisi kaliber 5,56 mm dan 7,62 mm, satu selongsong peluru, busur dan anak panah, serta senjata tajam seperti parang, kapak, pedang, dan pisau.

Pada hari yang sama, aparat TNI menerima laporan dari Kepala Kampung Venius Walia mengenai seorang anak yang tewas akibat luka tembak.

TNI segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut.

Wirya menyatakan, "TNI segera melakukan pengecekan dan memastikan adanya korban tersebut. Namun demikian, hingga saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian,".

Penyelidikan Masih Berlangsung

TNI menegaskan bahwa insiden penembakan anak tersebut tidak melibatkan anggotanya dan proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Wirya menambahkan, "TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas,".


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Melemah, Masyarakat Manfaatkan Momentum Beli
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tok! Matahari Department Store (LPPF) Ganti Nama Jadi MDS Retailing
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Minyak Mentah Naik 7 Persen Usai Selat Hormuz Kembali Ditutup
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
123 Juta Liter Air Bersih Siap Disalurkan ke Wilayah Terdampak El Nino di Jateng
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mentan Ajak Masyarakat Aktif Verifikasi Data Pangan Nasional, Ikut Pantau Cek Stok Beras
• 21 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.