Tim Kedubes Tiongkok Inspeksi ke Makassar di Tengah Ketidakjelasan Investasi PSEL

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Pemerintah Tiongkok melalui Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia melakukan inspeksi di Makassar pada Senin, 20 April.

Duta Besar Tiongkok diwakili Konselor Politik, Zhen Wangda mengakui bahwa pihaknya bersama dengan tim ditugaskan untuk melakukan inspeksi di Makassar.

“Di sini juga terdapat Haidilao, Chagee, dan Mixue, yang memberikan kesan mendalam bagi saya dan rekan-rekan saya. Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia menugaskan saya untuk memimpin tim ke sini dan melakukan inspeksi,” bebernya.

Zhen Wangda membahas terkait pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Makassar yang dibangun bersama oleh perusahaan Tiongkok.

“Proyek ini telah mendorong transformasi energi hijau dan pembangunan berkualitas tinggi setempat, serta membantu Indonesia menempuh jalan kemandirian energi dan pembangunan rendah karbon,” jelasnya.

Ia juga berharap kunjungan ini dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan saling pemahaman, memperkuat kerja sama daerah Tiongkok-Indonesia dan integrasi industri unggulan, serta mempererat ikatan pertukaran antarmasyarakat.

“Saya menantikan pertemuan dengan pejabat pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Selatan, dialog dengan rekan-rekan media, dan kunjungan lapangan ke daerah perkotaan dan pedesaan serta komunitas Tionghoa,” tambahnya.

Zhen Wangda mengungkapkan bahwa Tiongkok dan Indonesia adalah tetangga bersahabat yang dipisahkan oleh lautan, keduanya sesama negara berkembang besar dan anggota penting Global South memiliki kepentingan bersama yang luas dan fondasi kerja sama yang kokoh.

Dalam beberapa tahun terakhir, di bawah pimpinan strategis presiden kedua negara, hubungan Tiongkok-Indonesia terus berkembang secara sehat dan stabil, dengan hasil kerja sama praktis yang melimpah. Kerja sama saling menguntungkan di berbagai bidang antara kedua negara terus meluas.

“Pendalaman lebih lanjut Kemitraan Strategis Komprehensif antara kedua pihak tidak hanya memberikan manfaat bagi rakyat kedua negara, tetapi juga memiliki pengaruh penting bagi usaha kerja sama dan pembangunan kawasan dan dunia,” tuturnya.

Zhen Wangda menjelaskan bahwa Sulsel merupakan pusat ekonomi dan budaya di Pulau Sulawesi. Selain itu pertumbuhan ekonomi di Sulsel yang ditopang sektor pertanian, perikanan, pertambangan, dan industri makanan telah menarik banyak investasi.

“Saya sangat senang dapat berkunjung ke Sulsel. Saya dan tim saya semuanya baru pertama kali ke sini,” ucapnya.

Menuturnya, Pulau Sulawesi kaya akan sumber daya alam, dengan cadangan nikel yang melimpah, dan cukup banyak perusahaan Tiongkok yang berinvestasi dan membangun pabrik di sini.

“Pembangunan yang digerakkan oleh inovasi dan transformasi hijau serta rendah karbon sebagai contoh sehingga kedua pihak dapat saling belajar dan berbagi pengalaman,” ungkapnya.

Kunjungan tim Kedubes Tiongkok ini di tengah wacana pemerintah akan membangun PSEL di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), Kecamatan Manggala.

Sebelumnya diberitakan, Pemkot Makassar akan melakukan tender ulang proyek PSEL dengan nilai investasi Rp3 triliun.

Padahal konsorsium PT Sarana Utama Synergi (SUS) sebelumnya telah memenangkan tender PSEL ini dengan rencana pembangunan di Kecamatan Tamalanrea.

Pemkot Makassar mengklaim kerja sama dengan PT SUS harus diakhiri berdasarkan aturan baru pengganti Perpres 35 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

“Yang di Tamalanrea untuk saat ini kita sementara berupaya melakukan pengakhiran kontrak, bukan pemutusan kontrak sebagaimana bahasa di Perpres 109 2025,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Helmy Budiman.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa berdasarkan aturan Perpres 109 2025 yang baru itu seluruh kegiatan PSEL sebelumnya yang diatur dalam Perpres 35 2018 harus diakhiri.

“Aturan dalam Perpres nya menyatakan seluruh kegiatan yang jalan dari Perpres 35 ke Perpres 109 harus diakhiri. Sehingga harus diakhiri dulu,” tegasnya.

Appi sapaannya memastikan bahwa dalam proyek PSEL ini akan ada tender baru. “Bahwa apakah mereka akan ikut project tender silakan. Pasti ada tender baru,” pastinya.

Diketahui, sebelumnya pemenang pengadaan proyek atau tender PSEL Makassar adalah Shanghai SUS Environment sebagaimana ditetapkan pada 5 Februari 2024 lalu.

Shanghai SUS Environment sebagai investor juga telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan pemerintah daerah Kota Makassar pada 24 September 2024.
 
Dalam proyek PSEL di Kota Makassar ini Shanghai SUS Environment bersama dengan mitra lokal, PT Grand Puri Indonesia (GPI) yang kemudian membentuk PT Sarana Utama Synergy (SUS). Bahkan keduanya telah bersama-sama menandatangani komitmen resmi dengan Pemkot Makassar.

Hingga saat ini investor mengklaim bahwa proyek tersebut belum menemui kejelasan, ditambah pemerintah akan melakukan tender ulang. Sementara pihak investor akan dirugikan jika kerja sama dihentikan senilai Rp2,4 triliun.(ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Serahkan DIM RUU PPRT ke DPR, Tekankan Pentingnya Hak Pekerja Rumah Tangga
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Jaket Pelampung dari Kapal Titanic Dilelang, Terjual Rp 15,5 Miliar
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pengacara Ungkap Kondisi Terkini Kisruh Sengketa Rumah Okin dan Rachel Vennya
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Ratusan Santri di Demak Diduga Keracunan MBG, SPPG Dipasang Garis Polisi
• 14 jam laludetik.com
thumb
Hampir Sentuh 5 Juta Ton, Mentan Pastikan Stok Beras RI Cukup Hadapi El Nino
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.